JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Akademia

Rektor UMS Beri Kuliah Umum di India, Sampaikan Pendidikan Berkemajuan

Rektor UMS, Dr Spfyana Anif MSi saat menyampaikan kuliah umum di JNU India. Dok
Rektor UMS, Dr Spfyana Anif MSi saat menyampaikan kuliah umum di JNU India. Dok

 

SUKOHARJO-Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Dr Sofyan Anif, menyampaikan kuliah umum (public lecture) tentang pendidikan Muhammadiyah di Jawaharlal Nehru University (JNU), New Delhi, India, Jumat (20/4/2018) kemarin.

Kuliah umum ini terselenggara atas undangan dari Direktur Center for Chinese and South East Asian Studies, School of Language Literature and Culture Studies, JNU.

Tak hanya memberikan kuliah umum, sehari sebelumnya Sofyan Anif bersama dengan Dr Haedar Nashir, Ketua Umum Piminan Pusat Muhammadiyah disambut oleh Vice-Chancellor JNU Prof Dr Mamidala Jagadesh Kumar di ruang kerjanya. Mereka menjajaki kerja sama kedua perguruan tinggi.

Di hadapan puluhan mahasiswa dan dosen JNU yang mengambil minat budaya China dan Indonesia, Sofyan menyampaikan kuliah tentang Sistem Pendidikan di Muhammadiyah. Dikatakan bahwa Muhammadiyah sejak awal berdirinya telah memiliki komitmen kuat terhadap masalah pengembangan sumber daya manusia Indonesia melalui pendidikan.

Dalam siaran pers yang diterima redaksi Joglosemarnews disebutkan, peserta antusias mengikuti kuliah tentang pendidikan yang dilakukan Muhammadiyah. Sofyan menjelaskan, lembaga pendidikan Muhammadiyah telah berkembang dengan pesat, mulai dari Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama, Sekolah Lanjutan Tingkat Atas,  sampai lembaga pendidikan perguruan tinggi.

Baca Juga :  UNS GLAD Gelar International Sharing Session bersama UPM Buddies

“Menurut catatan data sampai tahun 2015, Muhammadiyah telah memiliki 10.209 sekolah mulai dari TK, SD , SLTP, dan SLTA yang tersebar di seluruh wilayah tanah air Indonesia. Di samping itu, Muhammadiyah telah memiliki sebanyak 176 Perguruan Tinggi, yang dalam bentuk universitas sebanyak 45,” kata Sofyan.

Dia menambahkan, tumbuh dan berkembangnya lembaga pendidikan Muhammadiyah ini merupakan satu fenomena yang banyak mendapat perhatian dari para pakar sosiologi pendidikan, sehingga Muhammadiyah dikatakan sebagai sebuah organisasi yang berorientasi pada nilai-nilai peradaban, organisasi modern, dinamis dan selalu menghadirkan nilai-nilai kemajuan dalam membangun peradaban dunia.

“Komitmen Muhammadiyah dalam bidang pendidikan,  berbagai kajian akademis yang telah dilakukan, Muhammadiyah memiliki konsep bahwa untuk merespon perkembangan ipteks yang semakin maju maka system pendidikan sekarang ini harus didukung oleh kekuatan system pendidikan yang bermartabat, komprehesif, yang mengintegrasikan nilai-nilai keimanan dan keilmuan, sehingga mampu menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki kekuatan spiritual (iman) dan keilmuan (ipteks) secara seimbang. Inilah sistem pendidikan berkemajuan dalam Muhammadiyah,” tambah Sofyan Anif.

Baca Juga :  UMS Kirimkan Tiga Tim Robotic ke Kontes Robot Indonesia

Ditambahkannya, ada empat variabel yang ada dalam sistem pendidikan berkemajuan menurut Muhammadiyah, yaitu pertama, kurikulum berbasis keseimbangan spiritual dan keilmuan; Kedua, peran dan fungsi secara profesional; Ketiga, sistem pengelolaan pendidikan berbasis modern; Keempat, sarana dan prasaran, serta lingkungan yang memadai.

Dalam sabutannya, Direktur Center for Chinese and South East Asian Studies, Prof. Gautam Kumar Jha menyatakan pentingnya mahasiswa di India, utamanya yang mengambil program bahasan dan budaya Indonesia, mengenal pendidikan yang dikelola oleh Muhammadiyah. Gautam yang sudah akarab dengan buadaya dan bahasa Indonesia ini mengetahui bahwa organisasi Muhammadiyah mengambil peran besar dalam perkembangan pendidikan di Indonesia.(Triawati Purwanto)