JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Selamatkan Warisan Budaya, DPRD Karanganyar Gagas Perda Kearifan Lokal

Salah satu tradisi upacara adat bersih dusun di Karanganyar. Foto/Wardoyo
Salah satu tradisi upacara adat bersih dusun di Karanganyar. Foto/Wardoyo

KARANGANYAR- Pesatnya perkembangan kemajuan zaman, berdampak semakin lunturnya budaya dan kearifan lokal di berbagai wailayah. Di Kabupaten Karanganyar, untuk melindungi budaya dan kearifan lokal, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Karanganyar, menyusun rancangan peraturan daerah (Raperda)

Wakil ketua DPRD Karanganyar, Eko Setyono, Senin (30/04/2018) mengatakan, ada dua Raperda yang diajukan oleh DPRD, yakni  tentang pemuda dan pelestarian budaya Jawa. Menurut Eko,  hal ini muncul sebagai bentuk kekhawatiran, sebab saat ini budaya lokal mulai tergerus zaman.

Baca Juga :  Siap-Siap, Mulai Bulan Depan, Tak Pakai Masker di Karanganyar Bakal Didenda Rp 20.000. Simak Ketentuan Lainnya!

Berangkat dari kepedulian terhadap budaya peninggalanpara leluhur yang mulai tergerus oleh perkembangan zaman.

“Karanganyar itu memiliki banyak kebudayaan lokal. Upacara bersih desa, seperti Wahyu Kliyu, dan Mondosiyo. Tradisi ini harus dilestarikan. Salah satunya dengan Perda  payung hukum. Jangan sampai, masyarakat Karanganyar kehilangan akar budayanya akibat cepatnya perkembangan zaman. Masyarakat Karanganyar harus tetap memiliki jati diri sebagai bagian yang tak terpisahkan dari budaya Jawa,” kata Eko Setyono, Senin (30/04/2018).

Baca Juga :  Selamat, 120 Kelompok Usaha di Karanganyar Dapat Gelontoran Bantuan Rp 20 Jutaan. Kadinas Pesan Jangan Disalahgunakan!

Dijelaskannya, untuk mematangkan Raperda ini, DPRD Karanganyar, lanjut Eko, telah melakukan dengar pendapat bersama tokoh masyarakat dari berbagai elemen, sehingga ketika raperda ini ditetapkan, tidak bertentangan dengan agama, serta tidak melanggar hak azasi manusia (HAM).

“ Kita targetkan Raperda pelestarian budaya dan kearifan lokal dapat disahkan sekitar akhir tahun 2018 mendatang, karena masih dalam proses pembahasan. Kita berharap, Raperda ini nantinya dapat melindungi budaya dan kearifan lokal Karanganyar,” pungkasnya. Wardoyo