JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Tensi Pilkada Karanganyar Makin Panas. Ketua RT dan Kadus Dilaporkan Karena Diduya Halangi Kampanye Paslon

Ilustrasi Pilkada
Ilustrasi Pilkada

KARANGANYAR-  Tim advokasi pasangan calon bupati dan wakil bupati nomer urut satu dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) Karanganyar, secara resmi melaporkan Kepala Dusun (Kadus) Sabrang Wetan, Desa Matesih, Kecamatan Matesih, ke Panwaslu setempat, Selasa (17/04/2018) sore.

Tim advokasi melaporkan yang bersangkutan dilaporkan karena dinilai menghalangi tim kampanye pasangan calon bupati nomer urut satu saat melakukan kampanye.

Ketua tim advokasi pasangan bupati dan wakil bupati nomor urut satu, Sumarsih, mengatakan, bahwa pada tanggal 14 April lalu, tim kampanye mendatangi rumah warga di Dusun Sabrang Wetan untuk melakukan kampanyem Saat melakukan kampanye, warga  tidak mempersoalkan dan menerima baik kedatangan tim kampanye.

Baca Juga :  Pak RT Buran Yang Positif Covid-19 Diketahui Bekerja di Pabrik Kebakkramat. Keluarga Sempat Minta Hasil Swab, Tapi Ditolak Pihak Rumah Sakit

Yang mempersoalkan dan menolak tim kampanye, justru dilakukan oleh Kepala Dusun dan Ketua RT setempat.

Menurut Suwarsih, tim kampanye telah menjelaskan kepada kepala dusun dan ketua RT, tentang mekanisme pemberitahuan  dan aturan-aturan yang menyangkut maslah kampanye, namun kepala dusun dan ketua RT tetap menghalangi dan menolak kedatangan tim kampanye pasangan bupati dan wakil bupati nomor urut satu.

Baca Juga :  Tambah 1 Warga Meninggal, Total Kematian Covid-19 Karanganyar Total 65. Kasus Positif Covid-19 Tembus Angka 362

“ Apa yang dilakukan oleh Kepala Dusun Sabrang Wetan dan Ketua RT tersebut, kami anggap sebagai upaya untuk menghalangi kampanye. Untuk itu, kami melaporkannya ke Panwaslu untuk segera ditindaklanjuti,” kata Sumarsih,  ketika dihubungi , Rabu (18/04/2018).

Sementara itu, anggota Panwaslu bidang organisasi dan SDM, Sudarsono, mengatakan, akan menindaklanjuti laporan yang disampaikan masyarakat ke Panwaslu.

“ Kita segera menindaklanjuti laporan ini dan segera melakukan klarifikasi terhadap pihak-pihak terkait,” kata Sudarsono. Wardoyo