JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Tragis, Pria Paruh Baya di Jatipuro Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kamarnya. Korban Enam Tahun Menderita Begini..

Tim Polsek dan Inafis Polres Karanganyar saat melakukan evakuasi korban di rumahnya Kamis (26/4/2018). Foto/Humas Polres

KARANGANYAR- Warga Dusun Talang, Ngepungsari,  Jatipuro digemparkan dengan aksi bunuh diri yang dilakukan Sino (55). Pria yang tinggal sebatang kara itu ditemukan tewas gantung diri di rumahnya Dusun Talang RT 7/3, Ngepungsari,  Jatipuro,  Karanganyar.

Korban yang diketahui berprofesi sebagai petani itu ditemukan sudah meregang nyawa dalam kondisi menggantung di kamarnya. Korban menggantung dengan kain jarik sepanjang 225 sentimeter.

Data yang dihimpun di lapangan,  aksi gantung diri itu diketahui pukul 06.00 WIB oleh Wakiyem (50). Ia yang hendak mengantar makanan ke rumah korban sekira pukul 06.00 WIB,  kaget saat sampai di dalam rumah.

Baca Juga :  Data Hasil Monitoring DPRD Jateng, 2 Bulan Terakhir Tunjukkan Masyarakat Sudah Abai Terhadap Protokol Kesehatan

Ia langsung histeris saat melihat korban dalam keadaan meregang nyawa dalam kondisi menggantung di kamarnya. Selanjutnya temuan itu dilaporkan ke tetangganya dan kepolisian setempat.

Tak lama berselang,  tim Polsek langsung datang melakukan evakuasi dan olah TKP.

Kapolres Karanganyar,  AKBP Henik Maryanto melalui Kasubag Humas AKP Suryanto membenarkan adanya kejadian itu. Menurutnya tak lama setelah laporan,  tim langsung menuju lokasi melakukan olah TKP.

Baca Juga :  Parah, Tak Beri Contoh Yang Baik, Hajatan Pak Kadus di Gedongan Karanganyar Langsung Didatangi Tim Satpol PP. Kasatpol Ingatkan Kalau Banyak Warga Terpapar Covid-19 Satu Kampung Bisa Langsung Dilockdown!

“Dari hasil pemeriksaan petugas medis terhadap korban bahwa tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan dan kekeradan di tubuh korban. Korban murni meninggal akibat gantung diri,” paparnya Kamis (26/4/2018).

Dari hasil keterangan keluarga,  korban selama ini tinggal sendirian di rumah. Korban sudah lama diketahui mengidap stroke hampir enam tahun dan tidak sembuh-sembuh.

Sedangkan tiga anaknya selama ini tidak di rumah merantau. Wardoyo