loading...
Loading...
Dok Suharno

SOLO – Tahun 2018 dan 2019 merupakan tahun politik, menjadi ajang pemilihan bupati, walikota, gubernur, anggota dewan, sampai presiden.
Dalam ajang pesta demokrasi tersebut, diprediksi praktik pencucian uang lewat lembaga keuangan, tidak terkecuali BPR akan meningkat.

” Kita harus waspada jangan sampai BPR dijadikan ajang pencucian uang dan pendanaan teroris. Kita harus antisipasi sejak dini dengan menerapkan program Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Teroris (APU PPT). Semua pimpinan dan seluruh karyawan BPR wajib memahami dan menjalankan program APU PPT,” papar Direktur Amalia Consulting, Suharno, saat tampil sebagai narasumber in house training Penerapan Program APU PPT, yang diselenggarakan PT BPR Sukadana, Sabtu (12/5-2018).

Baca Juga :  Pilwakot Solo 2020, Berniat Bangun Kota Solo Lebih Baik, Achmad Purnomo-Teguh Prakosa Resmi Maju Lewat PDIP

Lebih lanjut, Suharno mengungkapkan, aktivitas terorisme modus operandi juga telah bergeser. Bila dulu pemainnya adalah kelompok terorganisir, sekarang bisa kelompok kecil atau individu yang menyebar di berbagai daerah di tanah air.

Baca Juga :  Rektor UMS Sosialisasikan Muktamar ke-48 di Hadapan Warga Muhammadiyah di Malaysia

Untuk mendukung modus operandinya tidak menutup kemungkinan lalu lintas pendanaan akan memanfaatkan BPR.

In house training diikuti 30 peserta dari  jajaran komisaris, direksi dan karyawan. Direktur Utama PT BPR Sukadana, Wiradi, saat membuka acara, berharap seluruh pimpinan dan karyawan memahami dan melaksanakan program APU PPT sesuai dengan tugas dan pekerjaan masing-masing.

” Kita berkomitmen melaksanakan program APU PPT sesuai dengan regulasi yang berlaku. Dengan menyusun action plan pedoman pelaksanaan APU PPT, melakukan pengkinian data nasabah, dan menyusun profil nasabah dalam tiga katagori resiko, rendah, sedang dan tinggi, ” ungkapnya.

Baca Juga :  Kabar Baik, Sebentar Lagi Jan Ethes Akan Punya Adik, Gibran Masih Rahasiakan Jenis Kelaminnya

In house training berlangsung dinamis dan interaktif  ditutup oleh komisaris PT BPR Sukadana, M. Djazuli, berharap agar seluruh pimpinan dan karyawan menindaklanjuti hasil training, sehingga BPR Sukadana, terhindar dari kegiatan pencucian uang dan pendanaan teroris  # Suhamdani

Loading...