Beranda Umum Nasional Industri Rumahan Bantu Ekonomi Mama-mama Kampung Wardo

Industri Rumahan Bantu Ekonomi Mama-mama Kampung Wardo

30
BAGIKAN
Proses pembuatan vco di Wardo, Biak Barat

BIAK BARAT–Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise meninjau langsung proses pembuatan minyak Virgin Coconut Oil (VCO) hasil industri rumahan (IR) Kelompok Mawar atau mama-mama Papua Kampung Wardo, di Biak Barat, Kabupaten Biak Numfor, Papua.

Kepada Joglosemarnews.com, Rabu (9/5/2018), disebutkan, Kelompok Mawar merupakan salah satu kelompok yang mendapat bantuan mesin pengolahan kelapa menjadi VCO dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) sejak setahun lalu. Kunjungan Menteri Yohana juga untuk melihat perkembangan dan kemajuan pemberdayaan mama-mama di Kampung Wardo, yang selama ini mereka belum berdaya dari segi ekonomi.

“Kami merasa sangat senang dengan bantuan mesin ini dari ibu Menteri. Ibu-ibu di Kampung Wardo ini jadi punya kegiatan yang bermanfaat, karena selama ini ibu-ibu ini tidak buat apa-apa, tinggal di rumah atau berkebun saja, sekarang jadi kreatif. Selain itu kami juga terbantu karena minyak VCO bisa kami jual hingga ke Jayapura, dan hasilnya lumayan untuk tambah pemasukan keluarga. Saya ketua di kelompok ini, bertugas untuk mengoperasikan mesin dibantu seorang bapak lainnya. Selama ini pekerjaan saya nelayan. Tentu ada pasang surutnya. Jadi kalau ada pekerjaan membuat minyak ini saya juga masih bisa produktif dan menghasilkan uang,” jelas Frans, salah satu anggota laki-laki di kelompok Mawar.

Sebelumnya, kelompok Mawar berada di bawah sebuah yayasan dan sempat berhenti sementara waktu. Mereka kemudian memutuskan untuk melanjutkan industri rumahan VCO secara mandiri dengan pendampingan dari KemenPPPA. Sejauh ini, kelompok mawar telah memproduksi minyak VCO hingga 600 liter, dan didistribusikan ke berbagai daerah di Papua.

Baca Juga :  Ngeri, Korban-Korban Rentenir di Wilayah Ini Sampai Rela Bayar Hutang Dengan Jasa Seks

Yuli Yumabar, salah satu mama di kelompok Mawar menyebutkan bahwa IR tersebut dikelola 12 orang, yang kedepannya akan bertambah mengingat warga kampung Wardo sudah banyak mendengar kegiatan dan manfaat dari IR ini.

“Kami berencana akan mengajak perwakilan kelompok untuk belajar industri rumahan di salah satu daerah seperti Jakarta, atau Surabaya untuk kemajuan mama-mama di Wardo. Industri Rumahan merupakan bagian program 3Ends KemenPPPA, yaitu pemberdayaan ekonomi perempuan untuk mengakhiri kesenjangan ekonomi pada perempuan. Untuk itu kami harap agar kelompok ini aktif agar ada peningkatan, baik dari segi produksi maupun pendapatan nantinya. Lebih kreatif lagi, dan memproduksi barang selain VCO dengan melihat sumberdaya alam serta potensi yang ada di Wardo. Dengan Industri Rumahan, mama-mama akan lebih berdaya dan dapat membantu perekonomian keluarganya,” ujar Menteri Yohana. Aris Arianto