loading...


Kamis, 17 Mei 2018 merupakan hari pertama bulan Ramadan 1439 H. Rabu 16 Mei 2018, umat musim akan melaksanakan salat tarawih setelah Isya, witir, kemudian membaca niat puasa untuk keesokan harinya.

Untuk niat puasa ramadan, bacaannya adalah:

Nawaitu shauma ghodin ‘an adaa’i fardhi syahri Romadhoona haadzihis sanati Lillahi ta’ala

Artinya: Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan fardu di bulan Ramadan tahun ini karena Allah Ta’ala.

Selain niat puasa, ada pula satu kegiatan yang disunahkan, yakni mandi menyambut Ramadan. Anggota Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), Mursyidah Thahir mengatakan hukum melakukan mandi menyambut Ramadan adalah sunah. “Karena pada dasarnya, semua yang tidak diwajibkan menjadi sunah kalau ada tujuan yang baik,” kata Mursyidah, Selasa 15 Mei 2018.

Mandi menyambut Ramadan, Mursyidah melanjutkan, hukumnya sunah, sama seperti mandi sebelum salat Jumat. Adapun mandi yang wajib dilakukan adalah mandi setelah bersih dari haid, selesai nifas, dan seusai berhubungan suami istri.

Dasar untuk mandi sunah ini ada pada Surat Al-Anfaal ayat 11 yang artinya, “Allah menjadikan kamu mengantuk sebagai suatu penentraman dari pada-Nya, dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk mensucikan kamu dengan hujan tu dan menghilangan dari kamu gangguan-gangguan setan dan untuk menguatkan hatimu dan memperteguh dengan telapak kaki.”

Mursyidah menjelaskan ada 4 makna dari ayat tersebut. Pertama, mandi untuk mensucikan badan; kedua, mandi untuk menghilangkan bisikan dan gangguan setan; ketiga, untuk menguatkan hati, dan keempat, meneguhkan pendirian. “Jadi bukan saja hati yang suci, badan juga suci,” ucap dia.

Lantas bagaimana niat untuk mandi menyambut Ramadan? “Saya niat mandi menyambut bulan suci Ramadan sunah Lillahi ta’ala,” kata Mursyidah mencontohkan. Tata cara mandi menyambut Ramadan ini sama seperti mandi wajib.

Seluruh tubuh, dari ujung rambut sampai kaki, wajib terbasuh air tanpa penghalang. Air mandi menjangkau seluruh bagian tubuh, termasuk bagian yang tersembunyi, semisal belakang lutut, luar telinga, sela-sela jari tangan dan kaki, sampai bagian kemaluan.

Jika niat puasa dibaca setelah salat witir, mandi untuk menyambut bulan Ramadan disarankan dilakukan pada sore atau sebelum salat tarawih dengan membaca niat tadi.

www.tempo.co

Loading...