Beranda Umum Internasional Media Internasional Sebut ISIS di Balik Kerusuhan Napi Teroris yang Bunuh 5...

Media Internasional Sebut ISIS di Balik Kerusuhan Napi Teroris yang Bunuh 5 Brimob di Mako Brimob

75
BAGIKAN
Pengamanan pasca kerusuhan napi teroris di rutan Mako Brimob. Foto/Tempo.co

JAKARTA- Tragedi penyerangan napi teroris yang menyandera dan membunuh 5 personel Brimob di Rutan Mako Brimob Depok,  Selasa (8/5/2018) turut menjadi perhatian dunia. Sejumlah media internasional bahkan menyoroti kerusuhan di sel tahanan teroris di Mako Brimob,  Kelapa Dua, Depok, disebut ada andil dari kelompok radikal ISIS yang bermarkas di Suriah.

Pada Kamis dini hari (10/5/2018), sejumlah tahanan melakukan kerusuhan dan merebut senjata penjaga.

Kerusuhan berhasil diredam setelah dua hari pengepungan oleh personel Densus 88. Sebanyak 155 tahanan menyerahkan diri tanpa syarat. Lima polisi penjaga sel dan satu tahanan teroris tewas.

Sejumlah media dunia menduga ISIS dibalik serangan ini karena media ISIS, Amaq News Agency, mengumumkan telah terjadi serangan beberapa saat setelah kerusuhan pecah. Bahkan media ISIS mengunggah video propaganda yang berisi deklarasi terhadap Abu Bakar Al-Baghdadi dari dalam penjara.

Seperti New York Times yang menyebut hampir semua tahanan dihuni oleh pro ISIS. New York Times menyebut foto-foto diunggah ke media sosial dengan deklarasi terhadap Abu Bakar Al-Baghdadi yang menjadi pemimpin ISIS di Irak dan Suriah. Dalam foto dan video yang diunggah juga memperlihatkan bendera hitam isis.

Baca Juga :  Berselfie dengan Ular Piton Raksasa, Jagawana Ini Nyaris Tewas dan Dapat Malu  

Selain itu Washington Post dan Daily Telegraph juga menyinggung peran ISIS dalam kerusuhan ini. Namun media asing tersebut belum memastikan apakah ISIS di Suriah yang memerintahkan kerusuhan terjadi.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto mengatakan sebanyak 155 narapidana dan tahanan teroris di Markas Komando atau Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat telah menyerah tanpa syarat setelah memberikan ultimatum.

“Aparat keamanan memberikan ultimatum, bukan negosiasi,” kata Wiranto, di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, pada Kamis (10/5/2018).

www.tempo.co