JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Museum Karst Bakal Dikelola Pemkab Wonogiri, Ini Syarat Bupati Jekek

Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

WONOGIRI-Museum Karst Indonesia di Desa Gebangharjo, Kecamatan Pracimantoro, bakal diserahkan pengelolaannya ke Pemkab Wonogiri. Namun sebelum hal itu dilakukan, ada permintaan dari Bupati Wonogiri Joko Sutopo.

Bupati yang lebih akrab disapa Jekek itu meminta Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk memperbaiki kerusakan Museum Karst Indonesia. Menurutnya, museum tersebut perlu diperbaiki terlebih dahulu sebelum diserahkan pengelolaannya kepada Pemkab.

Kerusakan museum menurutnya terjadi karena pemilihan lokasi dan koordinat yang kurang tepat saat museum dibangun, sekitar 2008 silam. Akibatnya, museum yang berada di lembah perbukitan karst itu rusak setelah terendam banjir, 28 November 2017 lalu.

Baca Juga :  Brukk! Pohon Beringin Raksasa Ambruk dan Timpa Rumah Warga Pokoh Wonoboyo Wonogiri, Pohon Tumbang Juga Terjadi di Alas Kethu dan Banaran

“Saya meminta syarat, yaitu Museum Karst Indonesia harus diperbaiki dulu, baru diserahkan,” kata Bupati, Rabu (2/5/2018).

Selain itu, pihaknya meminta Badan Geologi untuk melakukan observasi kemudian mengadakan pendampingan mengenai tata kelola Museum Karst Indonesia kepada Pemkab Wonogiri. Pasalnya, pengelolaan museum di masa mendatang sangat membutuhkan sumber daya manusia yang mampu menguasai materi-materi di bidang geologi.

“SDM sangat penting untuk penguasaan materi di bidang geologi,” sebut dia.

Baca Juga :  Pecah Rekor Dalam Sehari Ada Penambahan 53 Kasus Corona Baru di Wonogiri, Total Terkonfirmasi Positif COVID-19 Kini Mencapai Angka 527

Museum Karst saat ini dikelola Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga Wonogiri, Sentot Sujarwoko mengatakan, rencana penyerahan pengelolaan museum tidak hanya di Wonogiri, namun juga museum-museum yang dikelola Badan Geologi di seluruh daerah Indonesia.

Rencana perbaikan Museum Karst Indonesia, jelas dia, akan disusun mulai 2018 ini. Adapun perbaikan fisiknya kemungkinan dimulai 2019 mendatang. Setelah perbaikan selesai, museum akan diserahkan kepada Pemkab Wonogiri. Aris Arianto