loading...
Loading...
Tribunnews

JAKARTA – Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera menyebut rilis 200 mubaligh (penceramah Islam) yang baru saja dirilis Kementerian Agama berpotensi memecah belah bangsa.

“Buat saya langkah itu semakin membuat kita terpisah, terpecah. Saya harap 200 penceramah itu bisa direkomendasikan, tapi jangan batasi yang lain, sekali lagi bisa membuat Indonesia menjadi ‘devided country’,” ungkap Mardani di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (19/5/2018).

Mardani juga mengatakan bahwa potensi terpecahnya bangsa akibat rekomendasi 200 mubaligh oleh Kemenag itu bisa menjadi celah masuknya terorisme di antara potensi konflik.

Baca Juga :  Percaya Isu Kiamat, Selain di Ponorogo Ternyata 28 Orang Warga Jember Juga Ramai-ramai ke Mondok ke Kasembon Malang

Ia mengusulkan agar para mubaligh yang dituding sering memberikan ceramah berbau radikalisme agar diberi terguran secara informal.

Bukan melalui cara tidak memasukkan dalam daftar mubaligh yang tidak direkomendasikan pemerintah.

“Kalau usul saya, mubaligh yang terpantau memberikan ceramah berbau radikal dipanggil 1 sampai 3 kali kemudian dipanggil secara personal dan informal. Bukan struktural formal.”

Baca Juga :  Debat Pilpres, Kedua Cawaprea Akan Beda Fokus Soal Isu Kesehatan

“Apalagi kalau tanpa komunikasi seperti ini tahu-tahu keluar rekomendasi,” pungkasnya.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan perilisan 200 nama mubaligh itu untuk mengakomodasi masyarakat yang meminta rekomendasi penceramah untuk mengisi kegiatan mereka.

Agar masuk dalam daftar yang dirilis Kemenag, para mubaligh dinilai berdasarkan kompetensi agama yang mumpuni, reputasi baik, dan memiliki komitmen kebangsaan yang tinggi.

Menag juga berjanji siap meng-update bila ada mubaligh lain yang dinilai masyarakat sudah memenuhi kriteria tersebut.

Baca Juga :  Viral Pencuri Helm Gemetar Ketakutan Saat Dihukum Menginap di Kamar Mayat RSUD Raden Mattaher Jambi

www.tribunnews.com


Loading...