Beranda Daerah Sragen Ratusan Siswa SMA/K di Sragen Tetap Nekat Corat-Coret Kelulusan. Para Kapolsek Dibikin...

Ratusan Siswa SMA/K di Sragen Tetap Nekat Corat-Coret Kelulusan. Para Kapolsek Dibikin Geregetan, Sejumlah Konvoi Dibubarkan Paksa

1110
BAGIKAN
Kapolsek Masaran, AKP Agus Jumadi saat memberikan pengarahan kepada puluhan siswa SMK yang nekat corat coret kelulusan di Pasar Masaran, Kamis (3/5/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN-  Imbauan untuk merayakan kelulusan dengan konvoi dan corat coret yang didengungkan banyak pihak kepada siswa SMA/K Kamis (3/5/2018), rupanya tak sepenuhnya ditaati. Puluhan bahkan ratusan siswa SMA/K di beberapa kecamatan di Sragen masih nekat melakukan dua poin larangan itu.

Tak hanya di Sragen Kota,  di Masaran pun puluhan siswa SMA/K juga nekat melakan corat coret seragam dengan pilox. Mereka juga kucing-kucingan melakukan konvoi di jalan kampung.

Salah satunya puluhan siswa yang dipergoki di Seputaran PAsar Masaran. Mereka dipergoki oleh tim Polsek Masaran yang dipimpin langsung Kapolsek AKP Agus Jumadi.

Melihat para siswa nekat corat coret baju, Kapolsek yang geram langsung menegur mereka.

“Silakan merayakan kelulusan tapi yang positif. Jangan dengan corat coret aeperti ini. Nggak ada gunanya sama sekali. Akan lebih berarti kalau seragam yang nggak dipakai itu disumbangkan ke anak yatim, ” kata Kapolsek.

Kapolsek kemudian mengingatkan mereka jika aksi konvoi dan balap liar sangat berbahaya bagi keselamatan. Tidak hanya diri sendiri,  konvoi dan arak-arakan juga bisa membahayakan keselamatan pengendara lain.

Baca Juga :  Lupa Cabut Kabel TV, Rumah Warga Banaran Sragen Luluhlantak Dilalap Api 

Sementara di wilayah kota,  Kapolsek Sragen,  AKP Suseno juga terjun bersama tim memantau titik kumpul siswa yang merayakan kelulusan. Sama halnya di Masaran,  para siswa SMA dan SMK di Sragen juga masih nekat corat coret dan hendak konvoi.

Mereka tertangkap basah saat bergerombol di dekat makam manding Tegalasri, Sine sudah dengan seragam tak karuan penuh coretan. Beruntung, beberapa yang hendak konvoi bisa dicegah,  meski setelah kepergian aparat,  sebagian siswa tetap nekat melanjutkan konvoi di jalan kampung. Wardoyo