JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Saat Lindu Aji Sragen Sulap Tradisi Ritual Syahwat di Gunung Kemukus Jadi Lantunan Ayat Suci dan Salawat..

Warga Gunung Kemukus antusias mengikuti pengajian Bertajuk Kemukus Bersalawat yang dibawakan Kyai Abdul Muin Kamis (10/5/2018) malam. Foto/Wardoyo
Warga Gunung Kemukus antusias mengikuti pengajian Bertajuk Kemukus Bersalawat yang dibawakan Kyai Abdul Muin Kamis (10/5/2018) malam. Foto/Wardoyo

SRAGEN- Ada suasana berbeda tergambar di kompleks obyek wisata Makam Pangeran Samudera atau yang akrab dikenal Gunung Kemukus di Pendem, Sumberlawang, Kamis (11/5/2018) malam. Jika biasanya, malam Jumat seperti itu lokasi obyek wisata religi itu dipenuhi pengunjung dan bertebaran perempuan pemuas syahwat, malam kemarin suasana itu tak lagi terlihat.

Yang ada justru ribuan jemaah ibu-ibu dan bapak-bapak jemaah pengajian dari warga setempat dan sekitar Sumberlawang. Tak ada lagi dentuman musik mengentak dari puluhan karaoke liar yang sebelumnya nonstop menghiasi malam jumat yang menjadi puncak ritual di Kemukus. Perempuan penjaja sahwat yang sebelumnya berkeliaran dengan aneka modus dan kedok, juga tak lagi terlihat.

Baca Juga :  Waspada, Nama Kapolres Sragen Dicatut untuk Memeras. Modusnya Telepon Keluarga Tersangka, Minta Rp 100 Juta Langsung Dibebaskan

“Ya, malam Jumat yang biasanya ramai puncak ritual, kali ini sengaja diisi dengan pengajian. Ini salah satu upaya bagaimana mengubah stigma Gunung Kemukus yang selama ini dianggap negative sebagai kawasan ritual free sex, agar terkurangi. Dengan salawat berkumandang setidaknya bisa menghilangkan stigma negative itu dan menggantinya dengan hal-hal yang bersifat kebaikan,” papar Sekda Sragen, Tatag Prabawanto yang hadir dalam pengajian Gunung Kemukus Bersalawat malam itu.

Baca Juga :  Innalillahi, 35 Ibu Hamil di Sragen Meninggal Saat Melahirkan. Kasusnya Meroket 350 %, 25 Kematian Dipicu Positif Covid-19

Tatag secara khusus mengapresiasi paguyuban Lindu Aji Sragen yang memprakarsai kegiatan pengajian menghadirkan Kyai Abdul Muin tersebut. Ia berharap dengan kegiatan positif tersebut bisa berimbas menghilangkan hawa negatif dan perspektif sebagai kawasan wisata miring, menjadi wisata religi seperti yang diprogramkan pemerintah.

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua