Beranda Umum Nasional Tak Masuk dalam Daftar 200 Penceramah Kemenag, ini Jawaban Ustad Abdul Somad

Tak Masuk dalam Daftar 200 Penceramah Kemenag, ini Jawaban Ustad Abdul Somad

192
BAGIKAN
Facebook/ustadzabdulsomad

Beberapa waktu lalu Kementerian Agama merilis nama, 200 mubalig yang direkomendasikan untuk mengisi kegiatan keagamaan. Yang menjadi pertanyaan masyarakat mengapa dalam daftar tersebut tidak terdapat nama Ustad Abdul Somad.

Ustad Abdul Somad adalah salah satu dai kondang asal Pekanbaru, Riau. Namun, di dunia maya, banyak kontroversi atas ceramah-ceramah yang dilakukan Abdul Somad.

Di akun Instagram-nya, Ustad lulusan S2 Dar Al-Hadits Al-Hassania Institute, Kerajaan Maroko ini mengunggah tangkapan layar percakapan WhatsApp dengan seseorang. “Bagaimana tanggapan Ustad, Ustad tidak termasuk dalam 200 mubalig rujukan Kemenag?” tanya seseorang.

instagram

Jawaban Ustad Abdul Somad adalah, “Sebab, Kemenag tidak ingin mengecewakan masyarakat, karena saya penuh sampai April 2020.”

Sebelumnya, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyatakan pembuatan daftar 200 nama penceramah Islam rekomendasi kementeriannya itu berdasarkan permintaan masyarakat. Ia menjelaskan, Kementerian Agama sering dimintai rekomendasi penceramah oleh masyarakat, dan belakangan ini permintaan itu meningkat.

“Sehingga kami merasa perlu untuk merilis daftar nama mubalig,” kata Lukman.

Ia menjelaskan, nama-nama yang direkomendasikan itu telah memenuhi tiga kriteria, yakni mempunyai kompetensi keilmuan agama yang mumpuni, mempunyai reputasi yang baik, dan berkomitmen kebangsaan tinggi.

Baca Juga :  Hore! Uni Eropa Cabut Larangan Terbang 55 Maskapai Penerbangan Indonesia

Kebijakan Lukman yang tidak menyertakan Ustad Abdul Somad dalam daftar penceramah rekomendasi itu mendapat tanggapan dari Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fahri Hamzah. Dia menilai seharusnya Lukman mengundang UAS untuk berceramah di Istana agar wawasan para pejabat di sana menjadi terbuka.

“Memang, mendengarkan ceramah UAS juga perlu hati yang bersih. Ramadan ini bagusnya Istana belajar agama Islam, biar ngerti cara membuat Islam sebagai rahmat dan kasih sayang,” cuit Fahri melalui akun Twitter resmi-nya.

www.tempo.co