Beranda Daerah Sragen Tarawih Ketiga,  Giliran Rumah PNS dan Perawat di Ngrampal Dikuras Maling. 50...

Tarawih Ketiga,  Giliran Rumah PNS dan Perawat di Ngrampal Dikuras Maling. 50 Gram Emas dan Uang Jutaan Amblas Disikat

2361
BAGIKAN
Ilustrasi olah TKP pembobolan rumah saat ditinggal tarawih. Foto/Wardoyo

SRAGEN- Masyarakat agaknya harus waspada dan berhati-hati jika meninggalkan rumah untuk salat tarawih. Pasalnya dari hari ke hari,  aksi pencurian dengan sasaran rumah ditinggal tarawih terus saja terjadi.

Di malam ketiga tarawih, giliran rumah PNS bernama Sulistiyanto (42) warga Dukuh Karangudi RT 20, Ngrampal dikuras maling.

Data yang dihimpun di Mapolres Senin (21/5/2018) aksi pencurian itu terjadi pada Sabtu (19/5/2018) malam pukul 20.00 WIB. Dari keterangan korban, malam itu sekitar pukul 18.55 WIB,  ia dan istrinya, Lina Susilowati (34) yang berprofesi sebagai perawat, pergi ke masjid untuk menunaikan ibadah salat tarawih.

Jarak rumah ke masjid sekitar 200 meter. Sebelum meninggalkan rumah, mereka memastikan semua pintu sudah terkunci.

Saat pulang sekira pukul 20.00 WIB,  mereka kaget mendapati pintu sudah tidak terkunci lagi. Saat masuk ke dalam, ruangan sudah acak-acakan bekas diobok-obok. Mereka makin panik saat melihat kamar juga sudah berantakan tak karuan.

Saat mengecek ke lemari,  semua benda berharga dan uang sudah raib dari tempatnya. Pencuri menggasak uang tunai Rp 6 juta,  dua gelang emas anak seberat 5 gram, dua gelang emas dewasa seberat 5 gram, dua cincin emas seberat 10 gram, peniti emas satu tenteng seberat 10 gram,  dan 2 buah kalung emas seberat sekira 20 gram.

Baca Juga :  Tergerak Krisis Air Bersih di Galeh Tangen, KWS Gelar Baksos Bantu Air Bersih. Puluhan Warga Rela Mengantri 

Dari kejadian itu,  korban menderita kerugian sekitar Rp 40 juta.

Kapolres Sragen,  AKBP Arif Budiman melalui Kasubag Humas AKP Muryati membenarkan kejadian itu. Menurutnya saat ini kasus itu masih dalam penanganan Polsek dan Polres.

“Dari hasil olah TKP,  pelaku diduga kuat masuk dengan membobol jendela, ” tegasnya. Wardoyo