Beranda Daerah Sragen Tragis, Tunggu Buka Puasa, Siswa SD di Gesi Sragen Ditemukan Tewas Saat...

Tragis, Tunggu Buka Puasa, Siswa SD di Gesi Sragen Ditemukan Tewas Saat Berendam di Kolam

9342
BAGIKAN
Kapolsek Gesi, AKP Abdul Halik saat memimpin penyerahan jenasah bocah SD yang tewas tenggelam di kolam Gesi, Minggu (20/5/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN- Nasib malang menimpa Santika Febrianto (9). Siswa kelas III SD itu ditemukan tewas tak bernyawa di kedung Dukuh Gesi Kidul,  Desa Gesi, Kecamatan Gesi,  Minggu (20/5/2018) petang.

Bocah malang itu diduga tewas karena tak bisa berenang. Data yang dihimpun di Mapolsek Gesi, jasad siswa SD asal Dukuh Bendorejo RT 7, Desa Srawung itu ditemukan sekira pukul 15.00 WIB.

Menurut keterangan saksi dan teman korban, awalnya korban bersama dua temannya, Riski Fadilah (9) dan Yoga (9) sekira jam 12.00 WIB tergoda untuk bermain dan berendam di kolam Dukuh Gesi Kidul sembari menunggu buka puasa.

Beranjak sore,  korban dan temannya Yoga pindah ke kolam bagian bawah yang lebih dalam. Namun baru beberapa menit korban menceburkan diri ke kolam,  Yoga mendadak tak lagi melihat korban.

Mendapati temannya hilang,  Yoga langsung teriak begitu pula Rizki juga teriam minta tolong.  Teriakan kedua bocah itu langsung mengundang kedatangan warga.

Salah satunya,  Giyarto,  warga setempat yang langsung datang mencari keberadaan korban.

Baca Juga :  Polres Sragen Tembak 2 Sindikat Pembobol 16 ATM. Mayoritas ATM Yang Dibobol Milik BRI, Mengaku Belajar Dari Internet 

“Jasad korban berhasil ditemukan dan diangkat tidak berhasil ditolong dan meninggal dunia, ” ungkap Kapolsek Gesi AKP Abdul Halik mewakili Kapolres AKBP Arif Budiman Senin (21/5/2018).

Lebih lanjut, Kapolsek menjelaskan dari hasil pemeriksaan tim medis tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau bekas penganiayaan di tubuh korban.

“Ditubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan sehingga disimpulkan korban meninggal dunia murni karena tenggelam” tambah Kapolsek.

Karena kerabat sudah menerima sebagai musibah,  jasad korban langsung diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. Wardoyo