loading...


Ilustrasi/Tribunnews

OSAKA – Puluhan pengunjung taman hiburan di Jepang tergantung dalam posisi menghadap tanah hingga dua jam setelah wahana permainan yang mereka tumpangi tiba-tiba berhenti.

Melansir SCMP, insiden tersebut terjadi di Universal Studio Jepang, Osaka, pada Selasa (1/5/2018) terhadap wahana permainan semacam roller coaster yang disebut Flying Dinosaur.

Saat itu, sebanyak 68 pengunjung tengah menaiki wahana sebelum mendadak sistem pengereman wahana permainan bekerja, membuat dua gerbong berhenti di tengah perjalanan.

Para pengunjung pun tergantung dalam posisi menghadap ke bawah pada ketinggian 30 meter di atas tanah.

Mereka terpaksa dievakuasi secara manual oleh petugas. Proses evakuasi dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan memakan waktu cukup lama, sehingga penumpang terakhir baru dapat diturunkan setelah dua jam.

Baca Juga :  Tragis, Bayi 9 Bulan Tewas Dicabuli dan Disodomi Suami Pengasuhnya

Pengelola taman hiburan meminta maaf kepada pengunjung atas insiden tersebut. Mereka menyebut masalah itu disebabkan oleh kesalahan pada perangkat penggerak motor yang terjadi sekitar pukul 16.45 waktu setempat.

Menurut Kyodo, ketidakberesan yang terjadi pada perangkat tersebut telah memicu sistem pengaman di tengah perjalanan.

Wahana permainan itu sempat ditutup selama beberapa saat untuk perbaikan dan pemeriksaan keamanan.

Meski baru saja mengalami insiden, para pengunjung taman hiburan tetap antusias dan kembali mengantre saat wahana kembali dibuka dua jam setelahnya.

Baca Juga :  Kriteria Usia Pemilih Diturunkan, Pemerintah Malaysia Juga Bakal Perbolehkan Mahasiswa Berpolitik

Namun tetap ada sejumlah pengunjung yang memilih mengurungkan niatnya menaiki wahana.

“Sangat menakutkan membayangkan kami berada di atas sana saat terjadi kerusakan. Saya pikir saya tidak ingin menaikinya lagi,” kata salah satu pengunjung perempuan berusia 42 tahun asal Hiroshima.

Wahana Flying Dinosaur yang mengalami masalah tersebut adalah wahana yang dibuat berdasarkan film Jurrasic Park.

Wahana itu mengajak penumpang untuk merasakan sensasi terbang layaknya seekor burung purba, Pterodactyl. Wahana itu pertama kali dibuka pada Maret 2016. Kerusakan pada wahana itu bukan kali pertama terjadi.

Baca Juga :  Kucing Ternyata Punya Akar Sejarah yang Panjang di Mesir, Ini Buktinya

Insiden serupa pernah terjadi pada Agustus dan September tahun lalu. Tidak ada korban dalam tiga kali insiden tersebut. # tribunnews

Loading...