Beranda Daerah Sragen Wakil Ketua FKUB Sragen Sebut Pelaku Bom Bunuh Diri Langsung Masuk Neraka...

Wakil Ketua FKUB Sragen Sebut Pelaku Bom Bunuh Diri Langsung Masuk Neraka Tanpa Hisab. Serukan Bahwa Perbedaan Itu Rahmat Allah Yang Tak Bisa Dirubah! 

259
BAGIKAN
Kyai Moechtingudin. Foto/Wardoyo

SRAGEN- Rentetan aksi teroris dan aksi bom bunuh diri yang melanda beberapa daerah belakangan ini, memantik keprihatinan dari ulama di Sragen. Kyai sekaligus Wakil Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sragen, H. Moechtingudin pun menyampaikan pandangannya terkait aksi terorisme di mata Islam.

Ia mengatakan bahwa apapun alasannya aksi terorisme tak bisa dibenarkan dan dilarang oleh agama. Pun dengan aksi bunuh diri yang dilakukan oleh teroris melalui aksi bom bunuh diri, juga termasuk dosa besar.

“Bunuh diri itu dosa besar dan ahli neraka tanpa hisab. Jadi sudah langsung masuk neraka tanpa perlu ditimbang amalnya. Lebih-lebih kalau bunuh diri itu juga merugikan orang lain. Seperti teroris itu,” paparnya kepada Joglosemarnews.com, Sabtu (19/5/2018).

Moechtingudin menguraikan dalam ajaran Islam, Alquran ditegaskan bahwa membunuh satu orang muslim sama dengan membunuh muslim seluruhnya. Sebaliknya, menghidupkan satu orang muslim sama halnya menghidupkan umar muslim seluruhnya.

Ia juga menyampaikan bahwa perbedaan itu adalah rahmat ketentuan Allah yang tak bisa dirubah. Akan tetapi lain halnya dengan budaya yang bisa saling menghormati.

Baca Juga :  Peduli Krisis Air di Tangen, Alumnus SMPN 1 Tangen 89 Galang Urunan Bantu Air Bersih di 7 Desa 

Aksi terorisme dengan bom bunuh diri, apalagi belakangan dilakukan perempuan dan anak-anak, harus dicegah dengan menetralisir paham radikal yang selama ini mungkin sudah merasuki mereka.

“Makanya untuk mencegah paham radikalisme dan terorisme, memang diperlukan upaya untuk menetralisir paham-paham radikal baik radikal kanan maupun radikal kiri. Salah satunya nanti FKUB Sragen akan memberdayakan lembaga pemerintah terbawah yaitu RT untuk memberikan pemahaman soal program keagamaan dan saling menghormati antar agama,” terangnya. Wardoyo