Beranda Daerah Sragen 5.000 Relawan Bareng Serempak Sragen Dikerahkan untuk Pemenangan Ganjar-Yasin

5.000 Relawan Bareng Serempak Sragen Dikerahkan untuk Pemenangan Ganjar-Yasin

170
BAGIKAN
Bambang Samekto. Foto/Istimewa

SRAGEN – Munculnya gerakan massif 1.000 relawan pendukung paslon Sudirman Said-Ida Fauziyah Relawan Ayo Obah di Sragen,  membuat PDIP mulai tersengat. Partai pengusung paslon petahana,  Ganjar Pranowo-Taj Yasin itu mengklaim juga sudah menyiapkan barisan relawan untuk pemenangan Ganjar-Yasin di Pilgub Jateng 27 Juni nanti.

“Sebenarnya relawan kami sudah terbentuk dan sudah bergerak ke lapangan. Ada sekitar 5.000 relawan Bareng Serempak dari berbagai elemen yang siap berjuang memenangkan Ganjar-Yasin di Sragen, ” papar Ketua DPRD Sragen,  Bambang Samekto kepada wartawan Kamis (14/6/2018).

Wakil Ketua DPC PDIP Sragen itu menguraikan relawan Bareng Serempak itu menaungi banyak elemen mulai dari pemuda, tokoh masyarakat dan sebagian dari struktural partai.

Menurut dia,  mereka tersebar di semua kecamatan dan akan terus menyosialisasikan pemenangan paslon petahana itu hingga mendekati hari H pencoblosan.

“Kami optimis bisa memenangkan Ganjar-Yasin di Sragen, ” tukasnya.

Terkait tudingan soal blunder program Kartu Tani produk Ganjar yang oleh kubu rival dianggap menyengsarakan petani karena pupuk terus dikurangi,  Bambang memandang persoalan pupuk tak hanya serta merta soal kuota.

Akan tetapi yang lebih penting bahwa kehadiran kartu tani harus diapresiasi karena mampu menekan celah penyimpangan distribusi pupuk di tingkat distributor maupun pengecer.

“Jadi menurut kami,  kartu tani itu memang program riil untuk mencegah penyimpangan distribusi pupuk. Sehingga pupuk akan sampai ke petani sesuai jatah karena rantai distribusi tak akan lagi bisa bermain, ” tandasnya.

Baca Juga :  Gara-gara Berburu Biawak, Pemuda di Plupuh Sragen Langsung Syok Lihat Motornya Mendadak Begini.. 

Sebelumnya,  di Semarang Ganjar mengatakan Kartu Tani amat bermanfaat karena distribusi pupuk menjadi tepat sasaran. Menurut dia, sejak dulu petani di Jawa Tengah mengeluh kekurangan pupuk saat masa tanam. Setelah dicek, hal ini terjadi karena distributor menjual pupuk secara terbuka.

“Kartu ini juga menjadi identitas mereka. Kalau ini dicabut, berarti mereka yang tidak punya sawah bisa beli pupuk,” kata dia.

Bantahan itu dilontarkan menyusul munculnya kartu tani sebagai isu seksi yang diangkat oleh paslon Sudirman-Ida untuk menyerang petahana. Paslon yang diusung Gerindra, PKS, PKB, dan PAN ini menilai kartu tani tak lebih hanya sekadar pencitraan namun sama sekali tak membantu petani.

Sebab fakta di lapangan menunjukkan kuota pupuk bersubsidi terus dikurangi dari tahun ke tahun. Sementara kartu itu pun dibuat dengan petani harus menyetor uang ke saldo untuk menebus jatah pupuk mereka. Wardoyo