JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Ingat, Jangan Remehkan 3 Hal Ini Saat Seleksi Penerimaan CPNS 2018

Ilustrasi Rekrutmen CPNS
Ilustrasi Rekrutmen CPNS

JAKARTA –  Pembukaan penerimaan CPNS 2018 hingga kini belum diumumkan secara resmi oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Namun sebelumnya pemerintah melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN RB) kembali membuka penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) pada Juli mendatang.

Hal itu diungkapkan oleh Menpan RB, Asman Abnur, saat peresmian Excelso Coffee Shop di SPBU Vitka, Tiban, Batam, Senin (18/6/2018).

Penerimaan ini khusus untuk mengisi kebutuhan pegawai di pemerintahan daerah, baik kabupaten/kota atau provinsi.

Dalam mempersiapkan penerimaan CPNS 2018, BKN selalu mengingatkan calon pelamar untuk memperhatikan hal-hal penting seputar pendaftaran pada akun Twitter resminya.

Baca Juga :  Seorang Tahanan KPK Penghuni Rutan Pomdam Jaya Guntur Positif Covid-19

Selasa (26/6/2018), BKN kembali mengingatkan calon pelamar tiga kesalahan terbesar dalam penerimaan CPNS 2017.

Hal tersebut ditujukan oleh BKN agar kesalahan-kesalahan fatal tersebut tak terulang kembali dilakukan oleh calon pelamar nantinya.
DIlansir Tribunjogja.com melalui website resmi BKN berikut tiga kesalahan terbesar dalam penerimaan CPNS:

1. Nomor Indentitas Kependudukan (NIK)/Kartu Keluarga (KK) tidak ditemukan.

Mengantisipasi masalah ini, pelamar harus memastikan NIK dan KK yang akan
digunakan pada saat pendaftaran online lewat https://sscn.bkn.go.id terdaftar dan
update dalam database Kantor Kependudukan dan Pencatatan Sipil di pusat;

2. Salah memasukkan data.

Dari rekapitulasi pengaduan yang diterima Tim Helpdesk BKN, permasalahan ini disebabkan karena pelamar tidak mencermati dengan teliti fitur-fitur yang terdapat portal Sistem Seleksi CPNS Nasional (SSCN) dan tata cara pengisian kolom di dalamnya sehingga mengisi data yang tidak sesuai dengan apa yang diminta.

Baca Juga :  Kampanye Tatap Muka di Pilkada 2020 Boleh, Tapi Maksimal 50 Orang

Selain itu, kebanyakan pelamar terburu-buru melakukan pendaftaran, sebelum memastikan kembali kebenaran data yang diinput, padahal kesalahan input data tidak bisa diperbaiki.

3. Salah menginput dokumen pendaftaran.

Hal ini juga menjadi permasalahan yang banyak dialami pelamar.

Cenderung tidak mencermati syarat/kualifikasi dan dokumen yang diminta menjadi awal terjadinya kesalahan input dokumen persyaratan.

Mengantisipasi itu, Pelamar diminta memahami betul kualifikasi, syarat dan alur/mekanisme pendaftaran. # Tribunnews