loading...
Loading...
Tim Inafis Polres dan Polsek Sidoharjo saat melakukan pengecekan jenasah balita yang ditemukan tewas di dalam sumur di Sidoharjo, Selasa (5/6/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN – Nasib tragis menimpa seorang balita, Aihsa Candraningtyas (2), asal Dukuh Karanganyar RT 05, Desa Patihan, Kecamatan Sidoharjo, Sragen. Bocah mungil tersebut tewas akibat tercebur ke dalam sumur di belakang rumahnya Selasa (5/6/2018).

“Diduga korban tidak mengetahui ada lubang sumur pada saat berjalan di kebun. Korban tewas murni lantaran tercebur sumur,” kata Kasubag Humas AKP Muryati, mewakili Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman, Selasa (5/6/2018).

Informasi yang dihimpun di lapangan,  kejadian itu terjadi sekitar pukul 07.30 WIB. Berawal saat korban mengikuti ibunya, Tri Wilujeng (25) untuk memetik sayuran atau ramban sayuran di kebun belakang rumahnya. Sebelumnya memang balita mungil tersebut sempat meminta sang ibu agar dibuatkan sayur daun ketela.

Baca Juga :  Estimasi Perolehan Kursi Dapil I DPRD Kabupaten Sragen Hasil Pileg 2019. PDIP Berpeluang Raih 3 Kursi, Golkar Kehilangan Satu Kursi 

Kemudian Tri Wilujeng memetik daun ketela di kebun dengan korban mengikuti di belakangnya. Di sekitar kebun itu memang terdapat sumur tanpa ada pengamannya dan lubangnya hanya ditutupi sebagian dari cor beton.

Pada saat memetik daun ketela itulah dia mendengar suara “blung”. Spontan Tri langsung berteriak histeris dan minta tolong. Kemudian warga yang berdatangan berusaha menolong dengan cara membuka sumur yang sebagian masih tertutup cor beton.

Baca Juga :  Sangat Kehilangan, Putra Anggota DPRD Sragen Sugimin Minta Perempuan Pembunuh Bapaknya Dihukum Seberat-Beratnya! 

Salah satu warga turun ke dalam sumur dan berhasil mengangkat tubuh korban. Namun sayang, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Kejadian itu kemudian dilaporkan oleh Ketua RT 05 Dukuh Karanganyar, Desa Patihan, Pangadi (65) ke Polsek Sidoharjo.

Dari hasil pemeriksaan tim Identifikasi Polres Sragen dan tim medis Puskesmas Sidoharjo tidak diketemukan adanya tanda-tanda penganiayaan. Hanya ditemukan luka memar kecil pada pelipis sebelah kanan yang diduga akibat terbentur bangunan sumur.

“Kejadian tersebut adalah murni kecelakaan, meninggal dunia karena tercebur kedalam sumur dan dari pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan tidak akan menuntut kepada pihak manapun,” terang AKP Muryati. Wardoyo

Baca Juga :  Kisah Perjalanan Hidup Sugimin, Anggota DPRD Sragen Yang Dibunuh Dosen di Wonogiri. Dari Jualan Kain Keliling Antar Raih Kursi DPRD 

 

Loading...