JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kerahkan Dokter Beri Pengobatan Gratis, Kapolres Sragen Sebut Polisi Zaman Now Tak Boleh Arogan

Sejumlah petugas media dari Bhayangkari dan polres Sragen saat memberikan layanan pengobatan gratis HUT Bhayangkara ke-72 di Pondok Islamic Center Nglorog, Sragen, Sabtu (23/6/2018). Foto/Wardoyo
Sejumlah petugas media dari Bhayangkari dan polres Sragen saat memberikan layanan pengobatan gratis HUT Bhayangkara ke-72 di Pondok Islamic Center Nglorog, Sragen, Sabtu (23/6/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN – Di tengah padatnya agenda operasi pengamanan arus mudik dan balik serta pengamanan Pilkada, Polres Sragen masih menyempatkan waktu menggelar kegiatan sosial. Salah satunya diwujudkan dengan menggelar bakti sosial pengobatan gratis dan bagi sembako, Sabtu (23/6/2018).

Ratusan santri,  warga tak mampu serta tukang becak mendapat berkah berobat gratis dan mendapat paket sembako dari Kapolres Sragen dalam baksos yang dipusatkan di Pondok Islamic Center  Nglorog, Sragen itu.

Pengobatan gratis menyambut HUT Polri ke 72 itu digelar dengan mengerahkan tenaga medis dari Polrea dan anggota Bhayangkari yang berprofesi di bidang medis.

Animo masyarakat dan warga tak mampu, ternyata cukup tinggi untuk mendatangi pengobatan gratis itu.

“Matur nuwun Pak, sampun di paringi obat, (trimaksih pak, sudah di beri obat-red). Pegel-pegel dan pusing, ternyata tensi saya tinggi, “ tutur salah satu tukang becak Sukamto, usai diperiksa.

Baca Juga :  Innalillahi, Habib MA Pimpinan Ponpes El Nusa Shobo Guno Sragen Meninggal Positif Terpapar Covid-19. Sempat Batuk-Batuk Lalu Dirujuk di RSUD Moewardi Solo

Usai pengobatan gratis,  Kapolres AKBP Arif Budiman bersama sang istri, Ny Tia Arif membagikan paket sembako untuk kaum duafa dan para tukang becak yang hadir.

Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman didampingi sang istri saat menyerahkan paket bantuan sembako dalam baksos HUT Bhayangkara ke-72, Sabtu (23/6/2018). Foto/Wardoyo

Kapolres mengungkapkan baksos itu digelar sebagai wujud syukur sekaligus berbagi menyambut Hari Bhayangkara ke-72 yang akan jatuh 1 Juli 2018 ini. Selain mempererat sjlaturahmi, baksos pengobatan gratis dan sembako diharapkan bisa sedikit meringankan beban masyarakat kurang mampu.

Terkait HUT ke-72, Kapolres menyebut bahwa angka 72 mengandung makna cukup pentinh bagi sejarah perjalanan kepolisian di negeri ini.

“Artinya pak Polisi di Indonesia sudah berusia 72 tahun. Perkembangan polisi itu juga sudah sangat dinamis. Kalau jaman dahulu polisi lebih di takuti oleh masyarakat, namun sekarang lolisi zaman now adalah sosok yang humanis. Sebagai pelindung , pengayom dan pelayan masyarakat, “ tutur AKBP Arif.

Baca Juga :  Bukan 50 % Plus 1 Dari Jumlah Warga Yang Hadir, Ternyata Ini Syarat Menang Bagi Paslon di Pilkada Tunggal atau Lawan Kotak Kosong. Simak Ketentuan Surat Suara dan Hitungan Menangnya!

Ia menyebut polisi zaman sekarang tidak boleh arogan dan sewenang wenang. Sebaliknya, polisi masa kini haruslah sosok yang humanis, melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat.

“Namun juga harus  menjadi penegak hukum yang tegas, “ imbuhnya.

Kapolres menambahkan baksos pengobatan gratis dan sembako itu juga bagian dari tugas kepolisian. Yakni turut melindungi dan mengayomi masyarakat,  selain tugas menjalankan operasi pengamanan seperti arus mudik balik serta pengamanan Pilkada 27 Juni mendatang.

“Doakan mudah-mudahan semua berjalan lancar ya Pak, ” pungkasnya.  Wardoyo