loading...


Tim PMI dan Polres Sragen saat mengevakuasi korban tewas kecelakaan di Duyungan, Sidoharjo Senin (11/6/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN- Masyarakat diimbau lebih proaktif memanfaatkan layanan gawat darurat Public Safety Center (PSC)119 apabila melihat kecelakaan di jalan, bencana maupun kejadian yang membutuhkan kedaruratan. Langkah itu dinilai lebih utama sebagai bentuk pertolongan ketimbang buru-buru memfoto dan kemudian mengunggah ke media sosial.

“Untuk memberikan pertolongan cepat,  biasakan untuk menghubungi line telepon kegawatdaruratan PSC Sragen di 119  atau 0271 890119. Silahkan masyarakat menghubungi nomor call center tersebut 24 jam, petugas kami akan segera merespon semua kejadian kegawatdaruratan dan kebencanaan, baik itu di jalan, rumah, kantor dan lainnya, ” ujar Kepala Markas PMI Sragen, Wahdadi, Kamis (13/6/2018).

Baca Juga :  Peringati Hari Disabilitas Dunia, Polres Sragen Bagi-Bagi SIM D ke Difabel. Begini Prosedur dan Persyaratannya! 

Ia mengungkapkan dengan mengontak PSC, petugas unit kegawatdaruratan akan segera berkoordinasi dengan pihak lain jika dibutuhkan. Misalnya ada kebakaran, akan berkoordinasi dengan pemadam, jika membutuhkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)  juga akan menghubungi BPBD.

Langkah itu dinilai lebih efektif untuk menolong korban. Sehingga secepatnya korban bisa tertolong atau kejadian kedaratan bisa segera ditangani.

“Public Safety Center (PSC) itu bekerja dengan sistem penanggulangan gawat darurat terpadu (SPGDT),” terangnya.

Baca Juga :  Kasie Pidsus dan Datun Kejari Sragen Dimutasi ke Klaten dan Kejagung. Kasie Pidsus Akui Banyak Terkesan 

Wahdadi menambahkan masyarakat juga bisa mengetahui update jumlah kamar kosong pada rumah sakit, klinik dan puskesmas rawat inap di Sragen dengan membuka website PSC 119 Sragen www.psc119.sragenkab.go.id.

“Termasuk mengetahui stok darah PMI juga bisa lewat situs itu, ” tandasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen, Hargiyanto melalui Sekretaris DKK, Fani Fandani menyampaikan program PSC sejauh ini berjalan dengan baik. Program itu dikelola di bawah kendali DKK yang ditangani Bidang Yankes. Wardoyo

Baca Juga :  Geber Pemberdayaan, Kemensos Targetkan 8 % dari 10 Juta Keluarga Penerima PKH Bisa Naik Status di Akhir 2018 

 

Loading...