JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Open House di Kampung Halaman,  Ganjar Tanpa Sang Istri. Sempat Ucapkan Idul Fitri untuk Sudirman-Ida

Cagub Jateng, Ganjar Pranowo saat menggelar open house di kampung halamannya di Tawangmangu, Karanganyar Minggu (17/6/2018). Foto/Wardoyo

KARANGANYAR-  Ratusan relawan yang tergabung dalam Sedulur Ganjar, menyambut kedatangan calon gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, di kediamannya yang berada di Kampung Tawangmangu, Kelurahan Tawangmangu, Minggu (17/06/2018) sekitar pukul 14.15 WIB. Ketua DPC PDIP Karanganyar Endang Muryani serta sejumlah kader lainnya, juga terlihat hadir dalam acara tersebut.

Tanpa didampingi sang isteri, Ganjar Parnowo menyalami satu persatu relawan yang berasal dari seluruh Karanganyar tersebut, dilanjutkan dengan swafoto. Satu per satu para relawan bersalaman dengan Ganjar Pranowo. Bahkan hampir 45 menit, Ganjar harus berdiri melayani para relawan dan masyarakat sekitar tempat kediaman orang tuanya tersebut.

Baca Juga :  Dapat Apresiasi Komisi III DPR RI, Ganjar Tegaskan Limbah Perusahaan Jadi Pemicu Pencemaran Sungai

“Atas nama seluruh keluarga besar, saya mengucapkan mohon maaf kepada saudaraku sekalian. Jangan ada dendam. Saatnya kita kembali fitri. Saya juga mengucapkan selamat Idul fitri kepada pak Sudirman Said dan Bu Ida serta para pendukungnya,” kata Ganjar Pranowo, Minggu (17/06/2018).

Kepada wartawan, Ganjar Pranowo, mengatakan selama perjalanan, politisi PDIP tersebut melihat arus lalu lintas yang cukup padat, karena banyak pemudik. Hal tersebut, menurut Ganjar, ada relasi sosial keluarga yang harus dihubungi. Yang kedua, lanjut Ganjar, setiap bertemu dengan orang-orang, selalu tersenyum dan saling memaafkan, tidak ada dendam, dan terakhir, arus mudik ini, ekonomi  masyarakat menggeliat.

Baca Juga :  Awas, Tim Penindakan Terbentuk, Warga Karanganyar Tak Boleh Lagi Sepelekan Prokes. Nekat Gelar Acara Kerumunan, Bupati Sebut Bisa Dibubarkan Paksa!

“ Ketiga hal tersebut yang saya lihat selama dalam perjalanan menuju ke kampung halaman. Banyak pemudik untuk pulang ke kampung dan saling memaafkan. Dengana banyaknya apemudik, maka roda perekonomian masyarakatpun bergerak dan menggeliat,” ujarnya. Wardoyo