loading...

Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman saat memimpin pengecekan kendaraan operasional Polres dalam apel gelar pasukan Operasi Ketupat Candi 2018 di Mapolres, Rabu (6/6/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN – Polres Sragen akan mengerahkan 340 personel untuk disiagakan dalam Operasi Ketupat Candi pengamanan Lebaran 2018. Setidaknya ada empat ancaman yang perlu diwaspadai selama berlangsungnya operasi ketupat candi tersebut.

Salah satunya ancaman terorisme yang bakal mendapat atensi dan kewaspadaan khusus dari aparat.

“Ada empat potensi ancaman yang perlu diwaspadai polri selama perayaan lebaran,” tandas Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman, Rabu (6/6/2016).

Usai memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Candi 2018 di Lapangan Mapolres setempat, Kapolres menyampaikan, keempat ancaman itu meliputi, stabilitas harga pangan di pasar menjelang hari raya Idul Fitri. Kemudian ancaman terorisme baik di tempat-tempat ibadah, ruang publik, Mapolres hingga anggota di lapangan.

“Termasuk pemantauan titik-titik rawan macet selama mudik-balik berlangsung. Serta ancaman bencana alam, curanmor, pencurian rumah kosong termasuk gangguan Kamtibmas lainya,” papar Kapolres.

Menurutnya, hal tersebut sejalan dengan imbauan dari Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian terkait kewaspadaan terhadap ancaman selama lebaran.

Loading...

Sementara dalam mengantisipasi bencana alam, pihaknya berkoordinasi dengan BMKG, BPBD dan SAR. Dalam menjaga situasi Kamtibmas pihaknya mengerahkan sekitar 340 personil selama operasi ketupat candi berlangsung.

“Kekuatan personil kita 340 orang, akan di backup TNI. Kemudian juga melibatkan unsur masyarakat melalui stakeholder terkait,” terang AKBP Arif Budiman.

Soal titik rawan kepadatan lalu lintas, Polres Sragen mendirikan delapan posko, baik di pintu masuk dan exit tol.

“Posko juga didirikan di jalan nasional, jalan provinsi dan pusat keramaian. Ini sebagai upaya mengantisipasi kepadatan arus mudik,” katanya. Wardoyo

Loading...