JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sukoharjo

Pengusaha Salon dan Rias Pengantin Sukoharjo Harus Jaga Persaudaraan

Halal bi halal pengusaha salon dan rias pengantin Sukoharjo
Halal bi halal pengusaha salon dan rias pengantin Sukoharjo

SUKOHARJO-Tiara Kusuma dan Himpunan Pengusaha Salon dan Himpunan Perias Pengantin Indonesia (HARPI) Melati Cabang Sukoharjo menyelenggarakan halal bi halal di Syawal 1439 H dengan tema Bersatu dalam Keberagaman.

Dalam rilisnya, Senin (25/6/2018) halal bi halal bertempat di RM Soto Harto Begajah Sukoharjo, Jumat (22/6/2018). Halal bi halal dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Etik Suryani Wardoyo, Kabid PNF Dinas Pendidikan Eny Nurngaeni, Ketua GOW Winnis, beserta Ketua dan anggota Tiara Kusuma–HARPI Melati Cabang Sukoharjo.

Dalam laporan penyelenggara kegiatan, Ketua Harpi Melati Sukoharjo, Sri Handiyah menjelaskan halal bi halal dalam suasana Idul Fitri 1439 diselenggarakan selain untuk acara saling memohon dan memberi maaf juga sebagai ajang silaturahmi anggota yang berjumlah 70 orang.

Baca Juga :  Catat Lur Ini Daftar Denda Bagi yang Tidak Memakai Masker di Sukoharjo, Awalnya 50 Ribu Kalau Masih Nekat Dendanya Bakal Digandakan

Sementara Ketua TP PKK Kabupaten memberikan apresiasi yang tinggi dengan kegiatan yang bernuansa positif seperti ini. Halal bi halal sebagai salah satu cara untuk memperbaki hubungan antar manusia yang sangat bergantung antara satu dengan yang lain. Sebagai perimbangan setelah selama Ramadhan umat manusia berlomba memperbaiki hubungannya dengan Allah SWT.

Baca Juga :  Bikin Deg-degan, Hasil Pengundian Akhirnya Paslon EA Memperoleh Nomor Urut 1 Sedangkan Joswi Dapatkan Nomor Urut 2, Resmi Terpasang di APK 26 September Mulai Kampanye

Saling meminta dan memberi maaf memang tidak harus menunggu di bulan Syawal. Tapi bisa setiap saat, karena manusia tempat salah dan khilaf. Halal bi halal merupakan ajang silaturahmi yang akan menyatukan anggota organisasi meskipun beragam latar belakang.

Di akhir sambutannya dia berpesan seluruh anggota harus bersatu, tetap rukun, bekerjasama meskipun dalam persaingan yang sehat.

“Ibu-ibu harus menjaga silaturahmi, saling menghormati, menghargai, bukan bersaing tapi menjaga persaudaraan,” tandas dia. Aris Arianto