WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Momen pengumuman kelulusan SMA dan SMK di Kabupaten Wonogiri tahun ini benar-benar berbeda. Alih-alih diwarnai euforia berlebihan, hasil yang muncul justru bikin tercengang: tingkat kelulusan tembus 100 persen di sejumlah sekolah, dan semuanya berlangsung tanpa kericuhan.
Pengamanan ketat yang digelar oleh Polres Wonogiri bersama jajaran terbukti efektif. Sejak Senin (4/5/2026), seluruh proses pengumuman dikawal untuk memastikan tidak ada aksi konvoi liar maupun coret-coret seragam yang selama ini identik dengan perayaan kelulusan.
Di wilayah Kecamatan Wuryantoro, pengawasan dilakukan sejak sore hari. Personel gabungan dari kepolisian dan TNI berjaga sejak pukul 17.00 WIB hingga 18.00 WIB, fokus pada sekolah-sekolah yang mengumumkan kelulusan baik secara online maupun melalui wali murid.
Hasilnya? Bukan cuma aman—tapi juga nyaris “sempurna”.
✓ SMA Negeri 1 Wuryantoro: 281 siswa lulus 100% (104 laki-laki, 177 perempuan)
✓ SMK Gajah Mungkur 2 Wuryantoro: 170 siswa lulus 100% (123 laki-laki, 47 perempuan)
✓ SMK Pancasila 10 Wuryantoro: 27 siswa lulus 100% (23 laki-laki, 4 perempuan)
✓ SMK Muhammadiyah 2 Wuryantoro: 199 siswa lulus 100% (77 laki-laki, 122 perempuan)
Semua sekolah tersebut mencatat nol siswa tidak lulus. Ini bukan sekadar angka—ini menunjukkan peningkatan kualitas pendidikan sekaligus kesiapan siswa menghadapi kelulusan.
Kapolsek Wuryantoro AKP Edi Santoso, turun langsung memimpin pengamanan di lapangan. Hasil pantauan menunjukkan tidak ada pelanggaran yang terjadi selama pengumuman berlangsung.
Sementara itu, Kasihumas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo, mewakili Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo, menegaskan bahwa pengamanan dilakukan secara menyeluruh di semua kecamatan.
“Pengamanan kami lakukan secara menyeluruh di seluruh wilayah hukum Polres Wonogiri. Alhamdulillah, kegiatan pengumuman kelulusan berjalan aman, tertib, dan kondusif tanpa adanya aksi konvoi maupun coret-coret,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa capaian ini bukan hanya hasil kerja aparat, tetapi juga karena meningkatnya kesadaran siswa dan orang tua.
“Ini menunjukkan tingkat kesadaran masyarakat, khususnya para pelajar, semakin baik dalam merayakan kelulusan dengan cara yang positif dan tidak mengganggu ketertiban umum,” imbuhnya.
Fakta di lapangan menunjukkan perubahan pola pikir generasi muda. Kelulusan tidak lagi dirayakan dengan aksi ugal-ugalan, tapi dengan cara yang lebih dewasa dan terkontrol. Di sisi lain, angka kelulusan 100 persen menjadi sinyal kuat bahwa kualitas pendidikan di Wonogiri terus bergerak naik. Aris Arianto
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.















