loading...

Ilustrasi pembiusan

SRAGEN- Nasib tragis menimpa seorang penyanyi campursari belia berinisial IJS (16). Biduan berparas cantik yang masih berstatus pelajar asal Kedungwaduk, Karangmalang itu menjadi korban aksi pembiusan oleh seorang pria yang baru dikenalnya di bus.

Aksi tragis itu terungkap ketika korban melaporkan kejadian yang menimpanya ke Polsek Sidoharjo. Data yang dihimpun di Mapolres Sragen Senin (11/6/2018), aksi pembiusan itu terjadi pada akhir Desember 2017 namun baru dilaporkan pada Jumat (8/6/2018).

Dari keterangan korban, kejadian bermula ketika korban naik bus dari Pungkruk Sidoharjo menuju ke Solo sekitar pukul 02.00 WIB. Bak cerita sinetron, di dalam bus, korban berkenalan dengan seorang pemuda yang mengaku bisa membantu untuk mencarikan job menyanyi.

Korban dijanjikan dapat job di Karanganyar. Korban puj tertarik. Di atas bus,  pelaku memberinya air mineral yang kemudian membuat korban mual dan tertidur.

Sesampai di Terminal Tirtonadi Solo,  korban dan pelaku turun. Korban kemudian tak sadarkan diri dan tertidur di di masjid. Saat itu pelaku beraksi menggasak dompet,  HP dan kontak sepeda motor berikut surat kendaraan dan karcis parkiran motor korban.

Korban baru siuman setelah dibangunkan satpam terminal. Namun saat terbangun, pelajar itu kaget semua barangnya sudah raib.

Loading...

Sementara pemuda yang menjanjikannya job sudah raib dari pandangan. Korban makin lemas setelah pulang ke Sragen dan mendapati motor Honda Beat AD 6938 ACE miliknya yang dititipkan di penitipan sepeda Pak Wito Pungkruk,  ternyata sudah tidak ada.

Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman melalui Kapolsek Sidoharjo AKP Agus Taruna membenarkan adanya laporan tersebut.

“Korban memang penyanyi campursari yang baru belajar. Dari keterangannya dia kenalan dengan pelaku di bus dan dijanjikan job di Karanganyar. Saat di bus diberi air minum yang membuat korban tertidur. Kemudian kontak dan HP korban diambil untuk mencuri motor korban dari penitipan motor,” paparnya. Wardoyo

Loading...