JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Suara Ganjar Anjlok di Sragen. Relawan Ayo Obah Sebut Kemenangan Yang Kalah, Demokrat Berharap Kecipratan Tuah

Hasil rekapitulasi suara hitung cepat Pilgub Jateng terpampang di videotron Pemkab di dekat Alun-Alun Sragen Kamis (28/6/2018). Foto/Wardoyo

 

Hasil rekapitulasi suara hitung cepat Pilgub Jateng terpampang di videotron Pemkab di dekat Alun-Alun Sragen Kamis (28/6/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN- Relawan Ayo Obah Sragen yang mendukung pasangan Sudirman Said-Ida Fauziah, mengaku kekalahan di Pilgub Jateng secara positif. Meski kalah,  raihan suara Sudirman-Ida yang mencapai angka 46 % di Sragen tetap dipandang sebagai sebuah pencapaian membanggakan.

Koordinator Relawan Ayo Obah Sragen,  Dodok Sartono mengatakan pihaknya mengakui kekalahan paslon yang didukungnya atas pasangan Ganjar-Yasin. Akan tetapi dari hasil evaluasinya,  hasil suara Sudirman-Ida di Sragen tetap memberikan sesuatu yang positif.

Pasalnya, paslon yang diusung Gerindra,  PKS, PKB dan PAN itu hanya berangkat dengan elektabilitas belasan persen namun bisa meraup suara 46 persenan lebih di akhir.

“Bahkan survei seminggu terakhir masih di bawah 30 persen. Kami justru melihat hasil Pilgub di Sragen ini bisa menjadi perhatian bagi PDIP yang mengklaim Jateng. Bahkan kami menyebut menangnya Pak Ganjar ini sebagai kemenangan yang kalah karena tipisnya kemenangan Ganjar-Yasin di Jateng yang katanya kandang banteng, ” paparnya kepada wartawan Kamis (28/6/2018).

Baca Juga :  Sempat Menolak Dites, Kades Trombol Mondokan Sragen Malah Positif Terpapar Covid-19. Kini Diisolasi di Technopark, 5 Saudaranya Juga Positif Semua

Dodok juga menilai tipisnya kemenangan Ganjar-Yasin juga telah membuat banyak orang kaget lantaran di luar perkiraan. Terlebih perolehan suara Ganjar di Sragen pada Pilgub 2018 ini anjlok drastis dari raihan saat Pilgub 2013 yang mencapai di atas 60 persen.

Sebaliknya, ia melihat raihan 46 persen suara Sudirman-Ida di Sragen menunjukkan hasil kerja keras relawan yang sudah maksimal.

Ia mengatakan kekalahan paslonnya di Pilgub ini akan dijadikan pelajaran untuk para relawan utamanya relawan Ayo Obah terkait langkah yang harus diemban untuk misi ganti presiden.

“Pelajaran yang kami petik bahwa memang untuk mengubah ideologi perlu waktu lama. Ideologi pola pikir orang-untuk merubah calon selain dari PDIP itu ternyata perlu waktu. Apalagi harus diakui dalam Pilgub ini,  mesin politik parpol pengusung Sudirman-Ida terlihat kurang semangat dan ada kendala koordinasi. Dari sisi kekuatan kursi juga kalah jauh dari partai pengusung Ganjar-Yasin,” tukasnya.

Baca Juga :  Innalillahi, Tambah Lagi Satu Warga Suspek Covid-19 Meninggal dan 4 Positif Hari Ini. Kasud Covid-19 Sragen Jadi 473, Jumlah Korban Meninggal Capai 66 Orang
Koordinator Relawan Ayo Obah, Dodok Sartono (kiri) dan Budiono Rahmadi (dua dari kanan) saat berpose bersama Ketua DPRD yang tak sengaja bertemu di rumah makan Geprek, Kamis (28/6/2018). Foto/Istimewa

Sementara,  Ketua DPC Demokrat Sragen, Budiono Rahmadi berharap kemenangan Ganjar-Yasin bisa turut berimbas positif terhadap perkembangan Demokrat di Jateng maupun Sragen. Sebab ia menilai kemenangan Ganjar-Yasin sedikit banyak juga tak lepas dari kontribusi Demokrat sebagai salah satu partai pendukung bersama beberapa partai lain.

“Pada prinsipnya koalisi banyak dan macam-macam itu tujuannya karena pingin Demokrat besar. Sehingga dengan kemenangan Ganjar-Yasin ini,  harapannya ke depan berkontribusi untuk kebesaran Demokrat di Jateng,” tukasnya.

Soal kemenangan Ganjar yang merosot dan terbilang tipis di kandang banteng,  Budi melihat bahwa hal itu menunjukkan pemilih semakin cerdas. Pemilih sekarang cenderung melihat kontribusi apa yang sudah diberikan partai yang dirasakan masyarakat.

Karenanya hasil Pilgub Jateng bisa menjadi pelecut bagi partai untuk berlomba-lomba menunjukkan kontribusi dan hal positif yang bisa dirasakan masyarakat luas. Wardoyo