loading...


Ilustrasi

SOLO– Dalam rangka tindak lanjut atas hasil rapat koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Soloraya tanggal 30 April 2018, Bank Indonesia Solo mengadakan Kegiatan Silaturahmi dan Ngobrol Santai Bersama dengan Ulama, Senin (4/6/2018) sore, di Kantor Perwakilan BI Solo. Kegiatan dengan tema “Ulama Peduli Inflasi” tersebut diadakan bertujuan untuk melakukan evaluasi pelaksanaan himbauan belanja dalam dakwah yang sudah disampaikan oleh masing-masing bupati/walikota.

Hal itu sesuai dengan salah satu arahan presiden dalam menghadapi puasa dan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Tahun 2018, yaitu melakukan moral suassion dalam rangka membentuk ekspektasi masyarakat atas harga bahan pangan pokok. Salah satunya melalui himbauan untuk melakukan konsumsi secara wajar dan belanja bijak.

“Bank Indonesia berupaya merangkul para ulama, atara lain MUI Surakarta, Muhammadiyah Surakarta, NU Surakarta, Kementrian Agama Kantor Wilayah se-Soloraya, Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) se-Soloraya, Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), dan beberapa Pondok Pesantren untuk mencapai tujuan tersebut,” papar Kepala BI Solo, Bandoe Widoarto usai kegiatan.

Baca Juga :  Jelang Natal dan Tahun Baru 2019, Harga Sembako di Solo Stabil

Bandoe menambahkan, Bank Indonesia Solo memandang peran ulama yang menjadi sosok teladan masyarakat, dapat memberikan pemahaman dan mengajak masyarakat untuk dapat mengendalikan hawa nafsu, termasuk mencegah bersikap konsumtif jelang meningkatnya daya beli selama Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.

“Hal ini sebagaimana tren peningkatan konsumsi selama momen tersebut yang mendorong kenaikan harga barang dan jasa (inflasi). Secara historis, inflasi pada momen Hari Raya Idul Fitri tercatat lebih tinggi dibandingkan bulan-bulan lainnya. Inflasi Surakarta pada momen Hari Raya Idul Fitri pada 2015, 2016, dan 2017 secara berturut-turut tercatat sebesar 0,96% (mtm), 0,62% (mtm), dan 0,87% (mtm), lebih tinggi daripada bulan sebelumnya pada 2015, 2016, dan 2017 sebesar 0,53% (mtm), 0,22% (mtm), dan 0,33% (mtm),” tukasnya.

Baca Juga :  UNS Segera Tambah Dua Guru Besar Kedokteran

Sementara itu, para peserta menyampaikan respon yang positif untuk mendukung penuh himbauan bijak belanja sebagai salah satu upaya pengendalian inflasi dalam bentuk koordinasi dan komunikasi. Himbauan bijak belanja sudah dilakukan dalam dakwah melalui beberapa kesempatan serta dikoordinasikan dengan pihak lainnya. Dukungan penuh ke depannya juga ditunjukkan antara lain melalui kesiapan untuk berkolaborasi bersama dalam menyusun materi dakwah bijak belanja agar seragam, kesiapan menyediakan free space untuk billboard, usulan perbaikan materi publikasi, serta komitmen yang kuat dari seluruh peserta untuk melanjutkan dan meningkatkan efektivitas himbauan bijak belanja. Selain itu, para peserta juga mendukung penuh penyelenggaraan kegiatan ini yang diharapkan dapat rutin setiap tahunnya. Triawati PP

Loading...