JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

TPS Dekat Kediaman Juliyatmono Didesain Mirip Pesta Ngunduh Mantu. Pertanda Apa?

Cabup Juliyatmono didampingi istri dan anaknya saat duduk santai di TPS 8 pokoh, dekat kediamannya yang dipermak mirip dekorasi hajatan mantu Rabu (27/6/2018). Foto/Humas Kab
Cabup Juliyatmono didampingi istri dan anaknya saat duduk santai di TPS 8 pokoh, dekat kediamannya yang dipermak mirip dekorasi hajatan mantu Rabu (27/6/2018). Foto/Humas Kab

KARANGANYAR-  Ada nuansa berbeda di lokasi tempat pemungutan suara (TPS)  TPS 7 di RT 04 RW 04 Pokoh, Ngijo, Tasikmadu Karanganyar, Rabu (27/6/2018). Berbeda dengan TPS pada umumnya,  TPS dekat domisili cabup Juliyatmono ini dipermak mirip hajatan pesta pengantin atau mantu.

TPS 7 memang terlihat unik sebab semua KPPS menggunakan busana beskap jawa. Bahkan, ornamen di depan rumah ada janur kuning dan kembar mayang.

Baca Juga :  Tambah 1 Warga Meninggal, Total Kematian Covid-19 Karanganyar Total 65. Kasus Positif Covid-19 Tembus Angka 362

Di depan terlihat kursi penganten lengkap dengan gambar paslon Gubernur, Jawa Tengah dan paslon Bupati Karanganyar.

“Pemilu ini seperti hajatan ngunduh mantu, sehingga kami memakai busana jawa lengkap dengan ornamen pernikahaan. Dengan busana beskap seperti ini, masyarakat juga lebih antusias untuk datang ke TPS dan memberikan hak pilihnya,” ungkap KPPS, Sugiman.

Sementara Bupati Karanganyar, Juliyatmono yang juga menjadi kandidat di Pilkada Karanganyar,  terlihat duduk di kursi pelaminan. Ditemani isterinya Siti Khomsiyah dan putranya Akbar Ilyas Akbar Almadani.

Baca Juga :  Hasil Evaluasi Gubernur, APBD Perubahan Karanganyar 2020, Pendapatan Berkurang Rp 129 Miliar, Belanja Berkurang Rp 43 Miliar

Dia mengaku senang dan bangga, ada KPPS yang memakai busana jawa untuk menarik masyarakat untuk mendatangi TPS. Bahkan semua itu menyewa karena tidak ada yang memiliki sendiri.

“Semoga hasil pemilihan serentak hari ini terasa seperti mantu. Tenang, menggembirakan, sejuk dan damai. Semua keluarga besar masyarakat Karanganyar,” papar Juliyatmono. Wardoyo