JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Internasional

Warga Palestina Sulit Rayakan Lebaran Karena Serangan Tentara Israel

Tribunnews

PALESTINA – Warga Palestina, tidak seperti warga negara yang lain, tak mampu merayakan Idul Fitri dengan tenang. Pasalnya, serangan fatal Israel atas sedikit-dikitnya menewaskan 125 warga Palestina selama unjuk rasa di perbatasan Gaza membuat kelam perayaan Idul Fitri, yang menandai akhir bulan Ramadan umat Muslim di wilayah itu.

Kesulitan ekonomi dari tahun-tahun pengucilan, perang dan persaingan politik dalam negeri juga menggelapkan suasana hati warga di wilayah berpenduduk dua juta orang dan dikelola Hamas tersebut.

Baca Juga :  Kabar Gembira, Arab Saudi Buka Kembali Layanan Umroh secara Bertahap. Jemaah Luar Negeri Diizinkan Datang Mulai 1 November 2020

Kawasan itu disebut ekonom Gaza memiliki tingkat pengangguran 49,9 persen, demikian laporan kantor berita Reuters.

“Ini adalah Idul Fitri tersulit dalam hidupku,” kata Worod al-Jamal, yang anak lelakinya bernama Haitham (15) tewas akibat tembakan Israel dalam unjuk rasa pada 7 Juni 2018 seperti dikutip Antara.

Dia menunjukkan kepada wartawan satu celana jins, sepatu dan kaos baru, yang dibeli sang putra dua hari sebelum kematiannya.

Membeli pakaian anak-anak baru adalah bagian dari tradisi liburan. Puluhan keluarga lain di Gaza juga berduka cita tahun ini. Memperdalam kemiskinan hanya menambah rasa putus asa.

Baca Juga :  Media Asing Soroti Penanganan Covid-19 di Indonesia, Sebut Menkes Terawan sebagai Orang Paling Bertanggung Jawab atas Krisis Akibat Pandemi yang Dialami Indonesia

“Situasinya buruk. Daya beli sangat lemah dan penjualan tahun ini berada pada titik terendah dalam beberapa tahun,” kata Omar al-Bayouk, pemilik toko pakaian di Gaza.

Seperti toko lainnya di Gaza, ia menuturkan bahwa hampir tidak ada pelanggan menjelang liburan Idul Fitri 1439 Hijriyah.

www.tribunnews.com