loading...


Ilustrasi

KARANGANYAR- Perusahaan umum (Perum) Peruri, menyalurkan sebesar Rp 2,7 miliar pinjaman lunak kepada 70 mitra binaan yang berasal dari  5 kabupaten Kota di Jawa Tengah, Senin (02/07/2018).

Ketujuhpuluh pengusaha UMKM tersebut, berasal dari Karanganyar dengan total penyaluran sebesar Rp 527 juta, Wonogiri Rp 570 juta, Klaten Rp 610 juta, Purworejo Rp 335 juta dan Wonosobo sebesar Rp 725 juta.

Kepala PKBL Perum Peruri, Samsul Bahrum, kepada sejumlah wartawan, mengatakan, pemberian bantuan kredit lunak tersebut dilakukan berdasarkan survey terhadap berbagai proposal yang masuk. Dari hasil survey dan evaluasi, maka Perum Peruri, meneyetujui 73 pengusaha UMKM di lima kabupaten kota di Jawa Tengah, disetujui untuk menerima bantuan kredit lunak.

Baca Juga :  Salut, Warga dan Takmir Masjid Satu Desa Ini Sumbangkan Rp 21 Juta Untuk Korban Gempa Palu-Donggala 

“ Pemberian bantuan kredit lunak kepada pelaku usaha UMKM ini, berdasarkan hasil seleksi dari berbagai proposal yang masuk yang kami lakukan sejak bulan April 2018 lalu,” kata Samsul, Senin (02/07/2018).

Menurut Samsul, pemberian bantuan kredit lunak serta pembinaan terhadap sektor usaha menengah ini, diberikan kepada semua jenis  usaha. Besarnya nilai bantuan kredit lunak yang diberikan, bervariasi antar Rp 15 juta sampai Rp 75 juta, dengan batas maksimal Rp 200 juta, dengan suku bunga 3 % mengikuti saldo akhir tahun.

Baca Juga :  Mengejutkan, PNS Pengedar Upal di Karanganyar Mengaku Dipaksa. Beli Rp 5 Juta Uang Palsu Ternyata Hanya Untuk Bayar Beginian.. 

“ Semua jenis usaha kita berikan bantuan kredit lunak, tentu saja dengan proses seleksi yang ketat,” ujarnya.

Untuk mencegah terjadinya kredit macet, Samsul menambahkan, pihaknya bekerja sama dengan dinas terkait, untuk memberikan bantuan pembinaan dan penyuluhan kepada mitra kerja Perum Peruri ini.

“Setiap usaha tidak berjalan lancar. Hal ini sebabkan karena berbbagai faktor, seperti bencana alam, atau karena factor pengelolaan usaha yang salah. Untuk itu, kita minta bantuan dinas terkait untuk melakukan pemantauan dan pembinaan,” pungkasnya. Wardoyo

Loading...