loading...


Ganjar Pranowo

KARANGANYAR- Mencuatnya problem dugaan penyalahgunaan surat keterangan tidak mampu (SKTM) untuk pendaftaran peserta didik baru (PPDB) SMA/K di Karanganyar, menjadi sorotan provinsi dan nasional. Setelah Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo memerintahkan semua calon siswa pemakai SKTM diverifikasi, akhirnya puluhan calon siswa di Sejumlah SMA Negeri di Karanganyar harus dicoret.

Mereka dicoret setelah kedapatan menggunakan SKTM yang tak sesuai dengan kondisi di lapangan. Salah satunya di SMAN 1 Mojogedang yang sempat membuat Gubernur mengamuk.

Kepala SMAN 1 Mojogedang, Purwadi mengakui hampir seluruh pendaftar di SMA Ngeri 1 Mojogedang menggunakan SKTM. Ia mengaku baru dilakukan proses verifikasi manual dengan melakukan pemeriksaan berkas, mulai dari Kartu Keluarga, dan KTP.

Baca Juga :  Ngenes, 10.000 Warga Karanganyar Belum Dapat PKH. Pemkab-DPRD Berharap Bantuan Segera Cair

Dari hasil klarifikasi yang telah dilakukan, sebanyak 252 siswa melampirkan SKTM. Namun dari jumlah itu, 32 calon siswa dengan SKTM diduga bermasalah akhirnya langsung dicoret.

“Hasilnya sudah saya laporkan kepada Bapak Bubernur. Apapapun keputusan Gubernur, saya menerima,” tandasnya saat dihubungi wartawan Rabu (11/7/2018).

Sementara itu, di SMAN 1 Karanganyar,  empat calon siswa juga akhirnya mencabut SKTM mereka lantaran terindikasi tak sesuai lapangan. Ketua Komite SMA Negeri 1 Karanganyar, Sri Desto Untung Raharjo, ketika dihubungi melalui telepon selularnya, mengatakan secara quota, untuk  calon siswa baru 2018 ini telah terpenuhi.

Baca Juga :  Berkah Rajin Donor Darah, 12 Warga Sragen Dapat Penghargaan Dari PMI Jateng. Berikut Daftar Lengkap 12 Nama Pendonor Peraih Penghargaan! 

Masing-masing 288 siswa untuk jurusan IPA dan 144 siswa untuk jurusan IPS. Sedangkan pendaftar yang menggunakan SKTM sebanyak  65 siswa, dengan perincian, 45 siswa dari jurusan IPA dan 20 siswa dari jurusan IPS.

Berdasarkan hasil survey oleh tim yang dibentuk komite, mendapati ada empat calon siswa yang mencabut SKTM.

“ Kita menurunkan lima tim untuk melakukan survey dan klarifikasi. Hasilnya ada empat calon siswa yang kami minta untuk mencabut SKTM karena berasal dari keluarga mampu. Kami juga menemukan, ada siswa yang memiliki nilia tinggi dan menggunakan SKTM. Hal ini dilakukan karena khawatir tidak diterima. Kami sarankan agar SKTM dicabut dan mendaftar melalui jalur regular,” ujarnya. Wardoyo

Baca Juga :  Lawu Air Seret 8 Tersangka, Mahaka Karanganyar Desak Polisi Usut Aktor Intelektual! 

 

Loading...