Beranda Edukasi Pendidikan Hati-hati, Pemalsu Surat Miskin Bisa Didoakan Miskin Beneran!

Hati-hati, Pemalsu Surat Miskin Bisa Didoakan Miskin Beneran!

56
BAGIKAN
Ilustrasi PPDB

JAKARTA –  Sebaik apapun tujuan orang tua menyekolahkan anak-anaknya, namun dilakukan dengan cara melakukan penipuan, hal itu justru akan memberikan beban moral bagi si anak.

Pada penerimaan siswa baru tahun ini, cukup marak terjadi pemalsuan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) demi memuluskan anaknya mencari sekolah.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendi pun tak tinggal diam. Menanggapi maraknya pemalsuan surat keterangan tidak mampu atau SKTM untuk keperluan pendidikan, dia  meminta masyarakat mampu tidak mengaku-ngaku miskin untuk pendaftaran peserta didik baru atau PPDB.

“Ini mendadak banyak yang menjadi orang miskin. Ini penyakit tidak bagus,” kata Muhadjir di Gedung Guru Indonesia, Jakarta, Selasa (10/7/2018).

Dia mengaku heran banyak orang yang pura-pura miskin. “Kok enggak takut sama doa dari orang? Itu bisa didoakan jadi orang miskin beneran,” katanya.

Muhadjir pun mengimbau agar masyarakat tidak memalsukan SKTM karena tindakan tersebut merupakan penipuan. Selain itu, tindakan tersebut memberikan contoh tak jujur kepada anak.

“Apa dia tidak tersiksa kalau anaknya masuk ke sekolah dengan cara yang tidak jujur? Apalagi nanti akan jadi beban anaknya,” kata dia.

Baca Juga :  Hari Pertama PLS, Kadinas Pendidikan Kunjungi SMPN 8 Solo

Muhadjir meminta kerja sama orang tua murid untuk membentuk karakter anak. Pemerintah tengah berupaya menumbuhkan integritas sejak dini di sekolah.

“Kalau dimulai dari keluarganya sendiri sudah memasukkan anak dengan cara-cara yang tidak jujur, bagaimana mau kita tegakkan integritas?” katanya lagi.

Muhadjir Effendy mengatakan masalah pemalsuan SKTM ini harus diselesaikan dengan mengubah pola pikir. Tak hanya dari orang tua, tapi juga dari pendidik dan pejabat daerah yang bersangkutan. Untuk itu penyelesaiannya tak akan mudah. Namun Muhadjir berjanji membenahi kualitas sekolah di Indonesia.

www.tempo.co