Beranda Daerah Wonogiri Innes Danarastri. IP Tinggi Tanpa Ngoyo

Innes Danarastri. IP Tinggi Tanpa Ngoyo

174
BAGIKAN
Innes Danarastri

WONOGIRI-Bagi mahasiswa, mendapatkan Indeks Prestasi (IP) tinggi merupakan sebuah dambaan. IP tinggi ini bisa diraih dengan beragama metode belajar. Salah satunya seperti yang dilakoni dara manis satu ini.

Bagi dara ini, IP tinggi bisa dicapai dengan cara yang menyenangkan. Tidak perlu harus belajar sampai larut malam dan ngoyo apalagi memaksakan diri.

Dialah Innes Danarastri, seorang mahasiswi di jurusan Elektronika dan Instrumentasi (Elin) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Sebelumnya dia pernah mencicipi kuliah di perguruan tinggi negeri Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta. Dia mampu meraih IP tinggi, rata-rata setiap semester mencapai 3,95.

“Alhamdulillah bisa seperti itu,” ungkap Innes, panggilan akrabnya, Senin (30/7/2018).

Warga asli Dusun Cinderejo RT 1 RW 2, Desa Jatisari, Kecamatan Jatisrono, Wonogiri ini mengungkapkan kiat suksesnya meraih IP tinggi. Yakni belajar dengan enjoy. Dia sama sekali tidak pernah memaksakan diri belajar ngoyo apalagi sampai memaksakan diri. Pasalnya, hal itu justru berefek buruk bagi kesehatan.

Bahkan, ketika ada dosen yang cara penyampaian dianggap kurang asyik, dia memilih menunda memaksakan materi masuk ke otak saat itu. Usai kuliah, dia akan mencari referensi soal materi yang bersangkutan. Atau menanyakan ke rekan lainnya.

“Belajar kadang di tempat nongkrong, sesekali sambil diselingi main game. Pokoknya dibuat enjoy saja, dengan enjoy maka materi akan mudah masuk,” ujar dara manis berusia 19 tahun ini.

Metode belajar enjoy ini sudah ditekuninya sejak masih di bangku SMP. Ketika kala itu dia bergabung dengan kelas akselerasi. Metode yang sama terus berlanjut hingga kini, dan akan diteruskan ke depan.

Baca Juga :  Wonogiri Segera Miliki Landasan Pacu Gantole Baru, Bersanding Dengan Puncak Joglo

“Jangan lupa otak juga perlu diistirahatkan. Sesekali refreshing, main dengan teman juga perlu. Intinya harus seimbang,” tutur dara yang suka dipotret tersebut.

Seandainya ada rekan pelajar atau mahasiswa lain ingin ikut menerapkan metode ini, Innes mempersilahkan.

Tapi tunggu dulu, dia mengingatkan, agar hasil maksimal, sebelum beraktifitas di sekolah atau di kampus, rekan pelajar atau mahasiswa ada baiknya menjaga pola sarapan. Sebab, sarapan merupakan pondasi bagi tubuh sebelum siap diajak beraktifitas.

Anak pertama dari dua bersaudara ini selanjutnya membeberkan juga enjoy mengambil jurusan Elin. Jurusan ini menurut dia penuh tantangan. Dia diajarkan kode-kode program, main logika, juga robotika. Melalui jurusan tersebut kedua orang tuanya menginginkan Innes menjadi dosen.

“Prakteknya membuat alat, membuat elemen, membuat robot, pemrograman, dan lainnya. Kalau soal dosen, itu nanti. Yang penting dijalani saja dulu,” pungkas Innes. Aris Arianto