loading...


Ilustrasi/Tempo.co

BANTUL – Pengelolaan wisata di Kabupaten Bantul, Yogyakarta kini mulai menggeliat. Kalau selama ini, Dinas Pariwisata lebih mengutamakan wisata alam khususnya pantai, sekarang mulai mengarahkan bidikan baru, yakni wisata budaya.

“Kami sedang memfokuskan menggarap kawasan yang lebih banyak mendatangkan kunjungan wisatawan mancanegara,” ujar Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Bantul Kwintarto Heru Prabowo Rabu (11/7/2018).

Heru menyebut, karakteristik wisatawan manca lebih menyukai sesuatu yang unik, tidak sumpek, dan ada unsur budaya. Unsur-unsur tersebut menurutnaya tidak bisa ditemui di objek wisata favorit seperti Pantai Parangtritis. Dengan pertimbangan itu, Bantul mulai membidik dua kawasan, yakni Imogiri dan Pleret.

Baca Juga :  Konser Amal  Bersama  Opick  Himpun Rp  1,8 Miliar untuk Korban  Bencana

Di Imogiri banyak potensi unik, seperti pusat kerajinan keris, batik, makam raja-raja Mataram, juga makam seniman yang sangat kental unsur lokalnya. Lalu ada juga pebukitan Mangunan yang memiliki titik wisata menawan, seperti puncak Becici.

Mangunan pernah dikunjungi mantan presiden Barack Obama, sehingga memiliki nilai promosi tersendiri.

Menurut Kwintarto, Ngarsa Dalem (Raja Keraton Yogya Sri Sultan Hamengku Buwono X) juga meminta Bantul menggarap kawasan Pleret. Tempat ini masih kental nuansa Kerajaan Mataram-nya.

Baca Juga :  Semua Sekolah di Provinsi DIY Ditargetkan Aman Bencana

Misalnya, di Pleret terdapat Museum Sejarah Purbakala Pleret di Dusun Kedaton, Kabupaten Bantul. Di sana tersimpan sekitar 200 benda bersejarah peninggalan Kerajaan Mataram Kuno. Seperti ompak (landasan tiang), ornamen bangunan, dan benda bersejarah lainnya peninggalan Mataram kuno.

Kwintarto menuturkan pemerintah juga mempersiapkan masyarakat dan pelaku usaha wisata agar terbuka dalam menjamu wisatawan asing.

“Kami didik warga agar benar-benar bisa mewujudkan kawasan yang mendukung seperti segi kebersihan, keamanan, keramahan,” ujarnya.

Baca Juga :  Miris, Bocah 10 Tahun Ini Dicabuli, Dicekik Lalu Dibuang ke Dasar Sungai

www.tempo.co

Loading...