JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Akademia

Mahasiswa UNS, Alifa Salsabila Wakili Asia Tenggara dalam Kompetisi SOS Summit 2018 di Washington DC USA

Humas UNS
Humas UNS

SOLO- Delegasi dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Alifa Salsabila (Mahasiswa Fakultas Hukum 2014), terpilih sebagai pemenang dan menjadi satu-satunya wakil dari Indonesia dalam SOS Summit 2018. Alifa mewakili Asia Tenggara bersama satu pemenang lainnya, Nur Alia Abdul Bari dari Brunei Darussalam.

Kompetisi ini diikuti oleh 31 peserta dari seluruh Asia Tenggara dengan 9 diantaranya adalah peserta dari Indonesia. Adapun beberapa peserta kompetisi dari Indonesia ini adalah dua mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM), satu mahasiswa Universitas Parahyangan (UNPAR), dan satu mahasiswa Universitas Udayana (UNUD).

Dalam SOS Summit 2018 yang dilasanakan pada 25-29 Juni 2018, pertisipan summit mendapat kesempatan untuk bertemu dan menerima materi dari tokoh-tokoh terkemuka pejuang penghapus perbudakan modern dan perdagangan manusia, serta berinteraksi dan berbagi pandangan dengan child labour survivor asal Kamerun yang dijual dan diperbudak di Amerika yang kini bekerja untuk Gedung Putih dan mendapatkan penghargaan dari Pemerintah (AS), Evelyn Chumbow. Selain itu, pertisipan juga berkesempatan bertemu Menteri Dalam Negeri AS, Mike Pompeo dan Puteri dari Presiden Donald Trump, Ivanka Trump yang bertindak sebagai pimpinan upacara dan protokoler Kegiatan Tahunan Kementerian Dalam Negeri AS, Trafficking in Person (TIP) Report 2018, di Kementerian Dalam Negeri AS.

Baca Juga :  UNS Terima 148 Mahasiswa Program Permata Sakti

Pada akhir kegiatan SOS Summit 2018, semua partisipan mendapatkan penghargaan dari President Lincoln’s Cottage atas komitmennya untuk melanjutkan perjuangan Abraham Lincoln mengakhiri perbudakan dan perdagangan manusia di komunitas dan negaranya masing-masing. Alifa berharap ilmu dan koneksi yang Ia dapatkan dari summit ini dapat membantunya menyebarkan dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan rentannya kejahatan ini terjadi pada siapa saja, kapan saja dan dimana saja, serta bagaimana kejahatan ini sangat berhubungan dengan nilai-nilai kemanusiaan.

Baca Juga :  UNS GLAD Gelar International Sharing Session bersama UPM Buddies

“Semoga hal ini dapat menginspirasi dan memotivasi teman-teman seusia saya serta generasi muda pada umumnya, untuk mau tergerak untuk peduli dan ikut berjuang mengakhiri kejahatan ini dimulai dari hal terkecil yang bisa seseorang lakukan, terlebih dapat menjadi pemuda yang berprestasi dan membanggakan Ibu Pertiwi, melihat pada kenyataannya kejahatan ini masih tumbuh subur di Indonesia. Saya percaya, kaum muda adalah kaum penggerak masa depan yang influential. Kita dapat menjadi generasi yang mengatakan cukup terhadap kejahatan. Pada akhir sesi, saya memperkenalkan tokoh wayang Bima dari Indonesia yang merupakan ksatria yang memiliki kegigihan dalam memperjuangkan kebenaran, tidak berbeda dari Abraham Lincoln,” tukasnya dalam rilis, Kamis (19/7/2018). Triawati PP