JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Marak Hoax Penerimaan CPNS, Kabid Diskominfo Karanganyar Blusukan Sosialisasi ke Sekolah 

Kabid Diskominfo Karanganyar, Ardiansyah saat memberikan sosialisasi antisipasi hoax. Foto/Humas Kab
Kabid Diskominfo Karanganyar, Ardiansyah saat memberikan sosialisasi antisipasi hoax. Foto/Humas Kab

KARANGANYAR- Maraknya kabar hoax di media sosial dalam beberapa waktu terakhir memantik atensi dari Diskominfo Karanganyar.  Sebagai upaya menangkap maraknya hoax, dinas ini menggelar sosialisasi dengan blusukan ke sekolah.

Salah satunya lewat sosialisasi kepada peserta Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMK Wikarya Karanganyar, kemarin. Sekitar seratusan siswa baru SMK Wikarya mendapatkan materi mengenai Langkah Cerdas Menangkal Hoax dari Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Karanganyar yang disampaikan Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Komunikasi dan Informatika, Ardiansyah.

Baca Juga :  Lagi Miskin Anggaran, Nasib Pembangunan Gedung Teater Karanganyar Sebesar Rp 7 Miliar Terpaksa Harus Dipending Dulu

“Usia SMA atau sekitar 16-18 tahun, berdasarkan penelitian sederhana yang dilakukan oleh Head of Digital Business Unit, terpetakan bahwa usia remaja adalah usia dimana mereka mulai aware dengan update informasi. Rasa keingintahuan dan keinginan berbagi informasi yang tinggi jika tidak dibekali dengan kemampuan menyaring informasi sangat berpeluang untuk menjadi pendistribusi atau justru korban hoax,” papar Ardiansyah.

Menurut Ardiansyah, hoax atau informasi rekayasa untuk menutupi fakta atau kebenaran sangat berbahaya. Disamping viralnya hoax bisa menutupi isu atau kebijakan yang lebih penting yang sedang dikampanyekan, hoax juga merupakan penipuan publik.

Baca Juga :  Menohok, Pernyataan Bakal Cawabup Wiwoho Ingatkan Pola Intervensi dan Menekan PNS dan Kades Justru Akan Berdampak Sikap Apatis Dari Rakyat!

Ia mencontohkan, beredar hoax pembukaan penerimaan CPNS padahal pemerintah tidak mengadakan. Tersebarnya hoax juga bisa memicu kepanikan di masyarakat.

“Asal menyebarkan informasi tanpa dilacak kebenarannya bisa melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE),” tukasnya.

Diharapkan dengan pengetahuan cara-cara menangkal hoax, para remaja bisa menjadi agen informasi yang valid, terpercaya, dan konstruktif. Wardoyo