JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Miris. Budaya Baca Buku Kalah Dengan Budaya Baca WA

Peluncuran buku Rumah Cahaya, di Sidoharjo, Wonogiri. Facebook/Uswatun Hasanah
Peluncuran buku Rumah Cahaya, di Sidoharjo, Wonogiri. Facebook/Uswatun Hasanah

WONOGIRI-Kondisi memprihatinkan terjadi pada dunia literasi kita. Ternyata budaya membaca buku saat ini masih minim.

Masyarakat saat ini justru lebih banyak menghabiskan waktunya untuk membaca pesan-pesan singkat dan media-media sosial seperti Whatsapp (WA), Facebook, Twitter, Instagram, dan sebagainya.

“Perlu langkah nyata meningkatkan budaya membeli dan membaca buku,” jelas Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jateng Muhammad Masrofi, Selasa (3/7/2018).

Baca Juga :  Ada Balap Lari di Wonogiri, Bupati Joko Sutopo Alias Jekek Tekankan yang Penting Patuh Protokol Kesehatan

Dia mencontohkan saat menggelar safari gemar membaca di Pendopo Rumah Dinas Bupati Wonogiri, belum lama ini. Di antara ratusan peserta safari, saat ditanya menjawab jujur. hanya sedikit yang membeli buku baru dalam beberapa pekan belakangan ini.
“Ironisnya, meski hanya sehari mereka semua tidak bisa mengabaikan WA, fb, dan lainnya,” tandas dia.

Baca Juga :  Luar Biasa Lur, DPMPTSP Wonogiri Sukses Raih Penghargaan Public Service of The Year 2020, Penyelenggaranya Markplus Bekerjasama Dengan Majalah Marketeers

Kepala Pusat Pengembangan Koleksi dan Pengolahan Bahan Pustaka
Perpustakaan Nasional, Sri Sumekar, berujar, peningkatan budaya
membaca penting dilakukan hingga tingkat desa. Saat ini ada sekitar
27.000 perpustakaan desa di Indonesia.

“Kami memberi bantuan
buku beserta raknya agar semua masyarakat desa dan pesantren mempunyai bahan
bacaan,” ujar dia. Aris Arianto