loading...
Wabup Edy Santosa memberikan piala dan penghargaan kepada pengelola perpustakaan dan murid berprestasi di Wonogiri di sela safari gemar membaca.

WONOGIRI-Pengelola perpustakaan saat ini dihadapkan pada persoalan minimnya jumlah pengunjung. Inti permasalahannya adalah manajemen yang kurang bisa menampilkan perpustakaan yang menyenangkan bahkan menjadi tempat rekreasi.

Anggota DPR RI Komisi X Laila Istiana Diana Savitri menerangkan, metode yang diterapkan oleh sebuah perpustakaan di Salatiga perlu dicontoh. Perpustakaan itu tidak hanya menjadi tempat membaca. Namun juga dilengkapi dengan taman rekreasi sehingga menjadi perpustakaan yang nyaman dan menyenangkan.

Baca Juga :  Aksi Heroik Anggota Polres Wonogiri Bubarkan Balap Liar di Sragen Berbuah Pahit. Sempat Peringatkan Dengan Sopan Sebelum Terpaksa Smackdown

“Peran pemerintah juga penting untuk lebih banyak menganggarkan dana guna pengembangan perpustakaan,” ujar dia saat Talkshow Safari Gerakan Nasional Gemar Membaca di Pendopo Rumah Dinas Bupati Wonogiri, Senin (2/7/2018).

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jateng Muhammad Masrofi mengatakan,
pengelola perlu mencontoh gerakan-gerakan yang dilakukan perpustakan di Desa Ngablak, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang. Kiprah pemerintah dan masyarakat desa setempat sangat tinggi untuk meningkatkan budaya membaca.

Baca Juga :  Puluhan Pistol Anggota Polres Wonogiri Diperiksa Tim Propam. Ada Apa?

Dia memaparkan, setiap keluarga di desa itu diwajibkan menghibahkan satu pohon salak untuk perpustakaan. Hasil panen dari pohon salak tersebut digunakan untuk membiayai perpustakaan.

“Pemerintah daerah juga mempunyai kewajiban menjamin ketersediaan bahan bacaan dan pelayanan perpustakaan. Pemprov Jateng tahun ini akan membantu 2.000 buku dan rak buku untuk Wonogiri,” papar dia. Aris Arianto


Loading...