loading...
Tribunnews

SUKOHARJO-Sedikitnya dua calon murid SMA negeri di Sukoharjo didiskualifikasi dari daftar murid baru. Pasalnya keduanya terbukti pura-pura miskin, saat mendaftar menggunakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) karbitan alias fiktif.

Bukan hanya itu, tiga calon murid di SMA negeri Kota Makmur itu juga dibatalkan. Gara-garanya sama, pura-pura miskin.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Sukoharjo, Sudibyo, Jumat (13/7/2018), mengungkapkan ada 10 SMA negeri di Sukoharjo. Terkait fenomena calon murid dari keluarga yang pura-pura miskin, pihaknya telah melakukan verifikasi.

Baca Juga :  Selain Waspada Teror Pembakaran Mobil, Hal Ini yang Menjadi Ancaman Warga Kecamatan Bulu Sukoharjo

Hasilnya, terdapat dua siswa yang didiskualifikasi dari SMAN 1 Mojolaban melalui jalur SKTM. Setelah dilakukan verifikasi oleh masing-masing tim sekolah, ternyata kedua calon murid itu ternyata tidak terbukti miskin.

“Kedua siswa tersebut harus mendaftar ke sekolah swasta. Karena waktu pendaftaran (SMA negeri) sudah selesai, untuk sekolah swasta masih membuka (pendaftaran),” ungkap dia.

Baca Juga :  Bikin Miris. Jumlah Korban Tewas Kecelakaan Capai 10 Orang Perhari. 70 Persen Diantaranya Generasi Milenial

Kasus di SMA N 3 Sukoharjo, terdapat tiga siswa yang dibatalkan dari jalur SKTM. Ketiganya juga tidak terbukti berasal dari keluarga kurang mampu setelah diadakan verifikasi. Tapi orang tua ketiganya sudah mencabut surat SKTM dan mendaftar lewat jalur reguler.

Loading...

“Oang tua siswa mengakui itu (tidak miskin),” tandas dia.

Pihaknya berharap kasus itu menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak. Pasalnya penerimaan peserta didik baru melalui jalur SKTM hanya diperuntukkan keluarga yang benar-benar tidak mampu. Aris Arianto


Loading...