JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sukoharjo

Pura-pura Miskin Dengan SKTM Karbitan, 2 Calon Murid SMAN Sukoharjo Didiskualifikasi

Tribunnews
Tribunnews

SUKOHARJO-Sedikitnya dua calon murid SMA negeri di Sukoharjo didiskualifikasi dari daftar murid baru. Pasalnya keduanya terbukti pura-pura miskin, saat mendaftar menggunakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) karbitan alias fiktif.

Bukan hanya itu, tiga calon murid di SMA negeri Kota Makmur itu juga dibatalkan. Gara-garanya sama, pura-pura miskin.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Sukoharjo, Sudibyo, Jumat (13/7/2018), mengungkapkan ada 10 SMA negeri di Sukoharjo. Terkait fenomena calon murid dari keluarga yang pura-pura miskin, pihaknya telah melakukan verifikasi.

Baca Juga :  Kasus Terkonfirmasi Positif COVID-19 di Sukoharjo Kini Melampaui Angka 600, Pasien Meninggal Bertambah Satu Orang

Hasilnya, terdapat dua siswa yang didiskualifikasi dari SMAN 1 Mojolaban melalui jalur SKTM. Setelah dilakukan verifikasi oleh masing-masing tim sekolah, ternyata kedua calon murid itu ternyata tidak terbukti miskin.

“Kedua siswa tersebut harus mendaftar ke sekolah swasta. Karena waktu pendaftaran (SMA negeri) sudah selesai, untuk sekolah swasta masih membuka (pendaftaran),” ungkap dia.

Kasus di SMA N 3 Sukoharjo, terdapat tiga siswa yang dibatalkan dari jalur SKTM. Ketiganya juga tidak terbukti berasal dari keluarga kurang mampu setelah diadakan verifikasi. Tapi orang tua ketiganya sudah mencabut surat SKTM dan mendaftar lewat jalur reguler.

Baca Juga :  Bikin Deg-degan, Hasil Pengundian Akhirnya Paslon EA Memperoleh Nomor Urut 1 Sedangkan Joswi Dapatkan Nomor Urut 2, Resmi Terpasang di APK 26 September Mulai Kampanye

“Oang tua siswa mengakui itu (tidak miskin),” tandas dia.

Pihaknya berharap kasus itu menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak. Pasalnya penerimaan peserta didik baru melalui jalur SKTM hanya diperuntukkan keluarga yang benar-benar tidak mampu. Aris Arianto