loading...


Kepala SMK Citra Medika Sragen, Nano Priyanto saat memberikan paparan di hadapan ratusan orangtua siswa baru dalam acara parent gathering Sabtu (27/7/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN- Meski berlabel swasta, kualitas dan prestasi SMK Citra Medika Sragen ternyata juga mendapat pengakuan istimewa dari dinas pendidikan. Hal itu salah satunya terungkap saat Pengawas SMK dari BP2MK Provinsi Jateng, Sodikin menghadiri agenda parent gathering di SMK Citra Medika Sragen, Sabtu (28/7/2018).

Di hadapan Kasek, guru dan ratusan wali murid baru SMK tersebut,  Sodikin mengungkapkan kekagumannya atas manajerial, fasilitas,  kualitas dan prestasi di SMK kesehatan yang berlokasi di Nglorog, Sragen tersebut.

“Kami akui dari semua SMK kesehatan yang ada di Sragen mulai dari Kalijambe, hanya SMK Citra Medika ini yang fasilitasnya paling lengkap. Yang punya laboratorium kesehatan lengkap ya cuma sini. Penguji standard sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi melalui LSP Asnakes Indonesia yang mendapatkan serkom yang diakui di 11 negara di Asean. Semua guru sarjana,  bahkan ada 4 yang sudah magister pendidikan dan 5 lagi sedang tesis,” paparnya saat didaulat memberikan sambutan.

Penjelasan Sodikin itu membuat wali murid seolah makin terpana. Sebelumnya, pujian serupa juga diungkapkan Ketua Komite SMK Citra Medika, Suwarno. Mantan pejabat di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sragen itu juga mengakui jika kehebatan prestasi dan kualitas SMK Citra Medika lah yang telah menggerakkanya menyekolahkan anaknya di SMK tersebut.

Baca Juga :  Menyentuh, Doa Nenek 85 Tahun di Sragen Untuk Petinggi TNI Yang Telah Merehab Rumahnya Hingga Tak Bocor Lagi 

“Apalagi di sekolah ini menekankan tiga aspek. Nggak hanya akademik saja,  pendidikan katakter dan attitude juga dikedepankan. Ada IQ, EQ dan SQ yang ditekankan di sekolah ini. Ini harus diapresiasi, ” tuturnya.

Ratusan wali itu sengaja diundang oleh pihak sekolah untuk mengikuti parent gathering. Kepala SMK Citra Medika Sragen, Nano Priyanto mengungkapan parent gathering itu digelar sebagai penutup rangkaian masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) bagi siswa baru. Tujuannya mensinergikan program sekolah dengan orangtua maupun wali murid sehingga bisa saling mensupport. Parent gathering itu selanjutnya akan terus digelar sebagai wahana untuk menyampaikan perkembangan siswa selama bersekolah kepada orangtua mereka.

“Untuk siswa baru nanti orangtuanya akan kita undang setahun lima kali. Nanti salah satunya setiap penyerahan nilai ujian. Biar orangtua mengetahui perkembangan nilai dan anaknya di sekolah. Tahun kedua nanti empat kali dan di tahun terakhir kita undang lima kali,” paparnya.

Baca Juga :  Ugal-ugalan, 5.547 Pengendara di Sragen Ditilang Hanya Dalam 2 Pekan Operasi. Melonjak Hingga 450 % 

Lancar Alquran dan Beasiswa Luar Negeri

Dengan sinergitas, maka program sekolah untuk memaksimalkan pendidikan akademik dan karakter siswa bisa berjalan dengan baik. Sementara orangtua juga memiliki tanggungjawab untuk menjaga dan mengawal anaknya agar tidak melenceng saat di rumah.

“Salah satu progran kita adalah selama 3 tahun anak harus lancar membaca alquran dan minimal hafal 20 surat. Disiplin juga kita tekankan. Misalnya anak masuk tanpa surat atau keterangan, orangtuanya langsung kita telepun. Kalau sampai tiga kali nggak masuk tanpa surat, akan kita datangi ke rumah, ” urai Nano.

Nano menambahkan sekolah yang dipimpinnya memang berorientasi tak hanya menggembleng prestasi akademik siswa. Akan tetapi pendidikan karakter dan keterampilan lain juga sangat ditekankan.

Untuk mendidik organisasi dan mengasah bakat,  sekolahnya menyediakan 12 kegiatan ekskul. Kemudian anak juga diajarkan ilmu berwirausaha mulai dari pemberian space untuk jualan produk di setiap kelas, teaching factory hingga beasiswa kuliah sambil kerja di luar negeri bagi yang berprestasi.

Baca Juga :  Catat, Ini Besaran Tarif Tol Sragen-Ngawi. Gratis Selama 7 Hari Sejak Diresmikan! 

“Ada lulusan kami yang tahun ini dapat beasiswa melanjutkan kuliah di Taiwan. Sambil kuliah bisa kerja dan satu bulan dapat bayaran Rp 5 juta. Lalu ada siswa di sini juga yang nyambi jualan produk di sekolah, hasilnya satu bulan bersih bisa Rp 1,5 juta. Karena di sekolah ini ada 550 siswa,  60 guru yang semua potensial untuk dijadikan market, perputaran uang sebulan bisa Rp 6-7 juta di sekolah kami, ” tandasnya. Wardoyo

 

Loading...