JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Saat Danrem Dibikin Penasaran Pupuk Kotoran Cacing Sukorejo Sragen. Minta Pemkab Bantu Patenkan Produk 

Danrem Warastratama/Surakarta, Kolonel Widi Prasetijono didampingi Dandim Sragen, Letkol Arh Camas Sigit Prasetyo saat mengunjungi home industri pabrik pupuk kotoran cacing di Sukorejo, Sambirejo, Selasa (17/7/2018). Foto/Wardoyo
Danrem Warastratama/Surakarta, Kolonel Widi Prasetijono didampingi Dandim Sragen, Letkol Arh Camas Sigit Prasetyo saat mengunjungi home industri pabrik pupuk kotoran cacing di Sukorejo, Sambirejo, Selasa (17/7/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN- Keberadaan Desa Wisata Organik di Desa Sukorejo, Kecamatan Sambirejo ternyata membuat kepincut Danrem Warastratama Surakarta,  Kolonel Inf Widi Prasetijono. Namun ada lokasi yang menyita perhatian pucuk pimpinan TNI di wilayah Surakarta itu.

Lokasi itu adalah rumah produksi pupuk yang dibuat dari kotoran cacing yang dikelola oleh Suroso. Home industri tersebut dikelola oleh Suroso yang juga Kadus di kampung itu dengan bekerjasama dengan Wawan pemilik CV Maju Bersama kita dan PKBM ( Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) Handayani.

Dengan didampingi Dandim 0725/Srg, Letkol Arh Camas Sigit Prasetyo, Danrem berkesempatan mengunjungi home industri itu pada Selasa (17/7/2018). Didampingi Dandim, Danrem tampak terkesima dan tertarik mendengar penjelasan soal produksi pupuk kotoran cacing itu.

Wawan pun menuturkan ide usaha pupuk itu berawal dari usaha Wawan beternak cacing dan mengajak Suroso yang merupakan sahabat lamanya untuk mengembangkan usaha tersebut.

Saat itu ia berfikir bahwa kotoran cacing daripada tidak terpakai dibuang menimbulkan bau timbul ide untuk memanfaatkan kotoran cacing tersebut menjadi sesuatu yang bermanfaat, yakni pupuk.

Baca Juga :  Astagfirullah, Meledak Lagi Kasus Covid-19 Sragen Tambah 42 Positif Hari Ini. Total Kasus Melesat Capai 410, 58 Meninggal Dunia

“Sisa kotoran saya coba taburkan ke tanaman dalam pot, ternyata kok tanaman tersebut menjadi subur,” katanya di hadapan Danrem.

Ia mwnguraikan cacing yang dibudidayakan Wawan adalah jenis Lumbricus Rebelus dari Thailand karena dianggap paling bagus diantara jenis cacing yang lainya. Cacing tersebut mempunyai kandungan 76% protein yang bagus untuk campuran pakan ternak seperti ikan, ayam, dan bebek.

Selain beternak cacing Wawan juga memproduksi pakan cacing dan berkembang membuat pupuk dari kotoran cacing yang disebut Kascing. Usaha tersebut dirintis Wawan pada 2016 akhir.

Cara membuat pakan cacing sendiri adalah kotoran sapi dicampur bekas log jamur yg sudah tak terpakai dicampur bekatul, ampas tahu dan obat fermentasi dan disimpan dalam alat khusus dan didiamkan selama tiga hari.

Setelah masa panen cacing tiba dipisahkan antara cacing dan kotoran cacing tersebut, cacing dijual untuk keperluan pakan ikan atau dijual untuk keperluan industri. Sedangkan kotoran cacing di keringkan lalu digiling menggunakan mesin dan siap di pasarkan.

Baca Juga :  Satu PNS Bappeda Sragen Positif Terpapar Covid-19, Semua Pegawai Satu Ruangan Pagi Ini Langsung Diswab Semua. Kepala Bappeda Pastikan Layanan Tetap Jalan!

Menurut Wawan pupuk tersebut bisa didapatkan di lokasi pembuatan dan toko obat dan tanaman di Tegrat Ruko Tangkil 04 Sragen Tengah. Pupuk tersebut biasa dijual dengan harga Rp 2500-3000 per kilogram.

Wawan berharap bisa mengembangkan usaha tersebut ditiap tiap kecamatan, supaya bisa memberdayakan masyarakat guna memperbaiki ekonomi masyarakat sekitar.

“Harapan kami tidak muluk muluk. Kami berharap punya home industri di tiap kecamatan di kabupaten Sragen ini, namun kami butuh waktu untuk mengumpulkan modal guna mengembangkan usaha ini,” paparnya.

Setelah meninjau dan mendengar penjelasan, Danrem maupun Dandim pun mengapresiasi home industri tersebut.

“Saya berharap pihak pemerintah daerah membantu modal usaha untuk masyarakat pedesaan tersebut, serta membantu mematenkan produk jika diperlukan,” harap Danrem. Wardoyo