Beranda Daerah Karanganyar Sakralnya Sendang Petilasan Raden Mas Said di Bejen Karanganyar. Banyak Yang Yakini...

Sakralnya Sendang Petilasan Raden Mas Said di Bejen Karanganyar. Banyak Yang Yakini Bawa Tuah, Tapi Bupati Larang Melarang  

136
BAGIKAN
Petilasan Raden Mas Said. Foto/Istimewa

KARANGANYAR- Tradisi masyarakat jawa kadang memang tak bisa dilepaskan dari sisi kejawen atau kepercayaan terhadap sesuatu. Seperti Petilasan Raden Mas Said di Sendang Bejen, Dusun Gawe, Mojoroto, Mojogedang.

Sudah sejak lama, petilasan ini banyak dikunjungi warga dan mereka yang percaya akan tuahnya. Hal ini mendapat atensi khusus dari Bupati Karanganyar, Juliyatmono. Saat menghadiri acara bersih dusun sedekah bumi di Petilasan Raden Mas Said, Sabtu (28/7/2018) ia mewanti-wanti untuk tidak meminta sesuatu pada petilasan Raden Mas Said. Jika memang meminta hendaknya kepada Allah SWT.

Sedangkan sedekah bumi ini untuk membantu atau berbagi sesama masyarakat setempat karena hasil buminya yang baik.

“Saya menyambut baik acara rasulan kirab petilasan Raden Mas Said di sedang Bejen, Desa Mojoroto ini. Sing penting aja njaluk atau meminta sesuatu kepada raden masa said, punden, wit-witan di sekitar sendang ini. Namun kepada Allah sajalah jika kita meminta,” papar Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat memberikan sambutan dalam kirab budaya di Sedang Bejen, Desa Mojoroto, Mojogedang.

Atas nama pemerintah kabupaten, Juliyatmono menyambut baik acara kirab budaya bersih desa di sendang Bejen, Desa Mojoroto ini. Ia berharap pertemuan warga ditempat itu menjadi sarana untuk terus meningkatkan guyub rukun dan kebersamaan antar warga. Doakan para leluhur, semoga arwahnya diampuni.

Pihaknya berharap acara ini dipergunakan untuk menyemangati perjuangan raden mas Said dalam melawan penjajah.

“Perjuangan Raden Mas Said itu penuh dengan keprihatinan dan pengorbanan yang luar biasa. Lha, semangat keprihatinan dan pengorbanan itu dijadikan pemacu kita semua jika ingin menjadi sukses, harus prihatin, harus berdoa dan penuh dengan perjuangan” imbuhnya.

Baca Juga :  Geger Maling di Perum Garaha Jati Jaten. Kuras Emas, Laptop, Uang Rp 10 Juta Hingga 2.300 Dolar Hongkong 

Sementara tumpeng yang disajikan dan sedekah makanan dari masyarakat, menurutnya itu harus diniatkan sebagai rasa syukur. Sebab hasil panennya telah baik dan bagus.

Pihaknya berharap masyarakat setempat untuk terus memperbaiki dan membenahi sarana di sedang Bejen tersebut. Jika sudah bagus, maka akan banyak wisatawan atau pengunjung yang datang ke sendang Bejen.

“Kalau banyak kunjungan ke sendang Bejen maka kesejahteraan penduduk akan meningkat. Ada tukang parkirnya, ada warung makanannya yang semua kecipratan rejeki dari pengunjung,” tambahnya.

Sementara Kades Mojoroto, Trimanto mengatakan petilasan Raden Mas Said di Dusun Dawe, Desa Mojoroto, Mojogedang bukan sekadar tempat penyelenggaraan ritual kejawen, melainkan destinasi wisata minat khusus yang menarik dikunjungi.

Di lahan berukuran 3 ribu meter persegi itu, tersedia taman swafoto, sendang dan kuliner khas.

“Seluruh warga dusun berkumpul di sendang tersebut dengan membawa ubo rampe utama berupa nasi tumpeng lengkap dengan lauk pauk dan buah yang dimasukkan tandu. Kaum wanita juga membawa sama, namun di bungkusan lebih kecil. Ubo rampe itu dikirab dari rumah masing-masing dengan dipimpin sesepuh. Setelah didoakan, warga saling bertukar makanan. Sebagian langsung menyantapnya,” tambah Trimanto. Wardoyo