
JAKARTA – Dua orang mantan presiden ini, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Megawati Soekarnoputri selalu dikaitkan dengan hubungan yang “kurang harmonis”. Kondisi seperti itu bahkan sudah berlangsung sepuluh tahun terakhir ini, dan sampai sekarang juga belum membaik.
Hal itu diakui sendiri oleh SBY. Usai pertemuannya dengan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan di kediamannya di Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (25/7/2018), Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengakui hubungannya dengan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri masih belum pulih.

Hal itu disampaikan SBY dalam sebuah konferensi pers bersama para awak media.
“Saya akui hubungan dengan Ibu Megawati masih ada jarak, belum pulih sepenuhnya, tapi saya sudah beikhtiar selama 10 tahun terakhir untuk memulihkan hubungan itu,” ungkap SBY yang mengenakan batik coklat lengan panjang.
SBY juga menjelaskan bahwa usahanya memulihkan hubungan dengan Megawati didukung oleh mendiang suami Megawati yaitu Taufik Kiemas.
“Mendiang Bapak Taufik Kiemas juga berusaha memulihkan hubungan kami berdua, jadi bukan tak ada usaha pihak lain untuk memulihkan hubungan saya dengan Ibu Mega,” tegasnya.
Walaupun begitu, SBY mengaku tidak pernah kehilangan hormat kepada sosok Megawati Soekarnoputri.
“Hormat saya tak pernah hilang untuk beliau, karena beliau juga Presiden Republik Indonesia sebelum saya,” pungkasnya.