Beranda Daerah Wonogiri Warga Jatisrono Tolak Peternakan Babi. Akhirnya Pemilik Diberi Deadline

Warga Jatisrono Tolak Peternakan Babi. Akhirnya Pemilik Diberi Deadline

73
BAGIKAN
Mediasi antara warga dengan pemilik usaha peternakan babi di Jatisrono, Senin (9/7/2018).

WONOGIRI-Warga Desa/Kecamatan Jatisrono menolak keberadaan peternakan babi di wilayah mereka. Pasalnya dianggap mencemari lingkungan lantaran limbah babi dibuang langsung ke saluran air.

Penolakan warga diungkapkan saat diadakan mediasi antara warga dengan para pemilik peternakan babi. Mediasi berlangsung di Balai Desa Jatisrono, Senin (9/7/2018). Mediasi dihadiri Camat Endriyo Raharjo, Kapolsek AKP Sali, Batuud Koramil Jatisrono Pelda Suyata, dan petinggi Pemerintah Desa Jatisrono.

Informasi yang dihimpun, mediasi dilaksanakan lantaran sebelumnya warga merasa resah dengan keberadaan peternakan babi yang terletak di Dusun Joho RT 16 RW 4. Terlebih limbah peternakan ditengarai dibuang langsung ke saluran irigasi.

Kapolsek menyebutkan, mediasi menghadirkan pula tiga orang pengusaha peternakan babi warga setempat. Para pemilik peternakan kemudian menawarkan dua opsi atas permasalahan pembuangan limbah yang dinilai oleh masyarakat mencemari lingkungan.

Opsi pertama akan dibuatkan instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Opsi berikutnya akan dibuatkan mekanisasi biogas dan warga sekitar lingkungan yang akan memanfaatkannya.

Baca Juga :  SMA Negeri di Wonogiri Kekurangan Murid

Namun warga enggan menyetujui salah satu opsi yang ditawarkan. Warga bahkan bersikukuh menuntut peternakan babi harus ditutup

Akhirnya mediasi yang difasilitasi oleh Kades Jatisrono Mulyadi dan disaksikan oleh Forkompimcam Jatisrono menghasilkan keputusan bersama. Yakni usaha peternakan babi diberikan kelonggaran waktu selama tiga bulan terhitung mulai tanggal 9 Juli 2018 hingga 9 Oktober 2018.

“Setelah itu harus ditutup total untuk usaha peternakan babi,” tegas dia. Aris Arianto