JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Wow, Waduk Ketro Dapat Megaproyek Rp 21 Miliar. DPRD Berharap Petani Tanon Makin Sejahtera

Wakil Ketua DPRD asal PKB,Hariyanto saat menggelar sidak megaproyek pengerukan Waduk Ketro, Selasa (24/7/2018). Foto/Wardoyo
Wakil Ketua DPRD asal PKB,Hariyanto saat menggelar sidak megaproyek pengerukan Waduk Ketro, Selasa (24/7/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN- Waduk Ketro yang berlokasi di Desa Ketro, Tanon mendapat proyek rehabilitasi dan pengerukan dengan alokasi dana fantastis mencapai Rp 21 miliar. Megaproyek rehab waduk andalan Tanon itu diharapkan membawa dampak positif bagi ketersediaan air dan kesejahteraan petani di wilayah Tanon dan sekitarnya.

“Dari awal, pengerukan ini memang menjadi aspirasi warga dan petani yang kami sampaikan lewat Fraksi PKB. Alhamdulilah bisa terwujud. Harapannya tentu dengan dikeruk dan direhab, debit air semakin besar dan petani makin sejahtera, ” papar Wakil Ketua DPRD asal PKB, Hariyanto saat menggelar inspeksi ke proyek pengerukan Waduk Ketro, Selasa (24/7/2018).

Dalam sidak itu, legislator kelahiran Canden, Ketro itu sempat mengecek lokasi pengerukan yang sedang dikerjakan di tengah waduk. Ia diterima juga menyempatkan berbincang dengan pihak konsultan pelaksana proyek dan pengelola Waduk Ketro.

Baca Juga :  Mohon Perhatian, Warga Sragen yang Ada di Jakarta Sementara Jangan Pulang Dulu. Bupati dan Gubernur Ganjar Minta Warga Dukung Pelaksanaan PSBB!

Lebih lanjut, Hariyanto berharap keberadaan proyek pengerukan itu tak sampai menimbulkan ekses negatif bagi warga sekitar. Rekanan diharapkan bisa mengakomodasi aspirasi warga di 7 RT di Dukuh Dengkengan, Tegalsari dan Kleco di sekitar waduk yang terdampak debu truk bermuatan tanah hasil kerukan.

“Harapan kami proyek bisa berjalan lebih maksimal dan cepat. Jangan sampai ada ekses negatif. Jalan desa ini dulu hasil perjuangan kami juga bisa dihotmit. Nanti rencananya 2019 kami usulkan kembali untuk dibangun hotmit, ” tukasnya.

Sementara dari data, waduk ketro sendiri memili luas 81,6 hektare dengan elevasi 102 meter. Selama ini waduk itu menjadi penopang irigasi sekitar 900 hektare sawah di wilayah Tanon dan sekitarnya.

Megaproyek pengerukan Waduk Ketro itu dimulai 2 Juli 2018 lalu dengan rekanan pelaksana PT Sumber Karsa Indah Utama. Proyek berdurasi 510 hari dengan masa pemeliharaan 180 hari.

Baca Juga :  Tambah 6 Lagi, Kasus Covid-19 Sragen Melonjak Jadi 433 Kasus Positif Hari Ini. Tiga Orang dari Gemolong, Dua Orang Dirawat di Rumah Sakit, Total Sudah 59 Meninggal Dunia

Pelaksana lapangan PT Sumber Karsa Indah Utama, Winoto mengatakan untuk obyek galian sekitar 100.000an kubik dan saat ini baru 15.000an yang dikeruk. Ia berharap sebelum musim hujan, pengerukan bisa mencapai 50 persen dari target.

“Target kontraknya sampai 2019. Ini masih jalan terus. Untuk kompensasi warga sekitar, sudah diajukan kompensasi debu dan bising. Sejauh ini tidak masalah. Selain pengerukan, ada pekerjaan fisik 10 persen pemasangan batu ke atas, ” paparnya.

Direksi Konsultan, Bambang Murwanto memastikan proyek pengerukan tidak mengganggu suplai irigasi untuk petani. Karena sementara yang dikeruk sebagian dulu sambil berjalan menaik.

“Untuk dampak debu, dari kontraktor juga ada mobil untuk pembasahan yang berjalan terus,” tukasnya. Wardoyo