JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Awas. Gelombang Tinggi Hingga 6 Meter Diprediksi Terjadi Sampai 4 Agustus. Ini Penyebabnya

Pengunjung bermain air di Pantai Nampu, Kecamatan Paranggupito, Wonogiri.
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Pengunjung bermain air di Pantai Nampu, Kecamatan Paranggupito, Wonogiri.

WONOGIRI-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri mengingatkan adanya gelombang tinggi Samudra Indonesia aru Laut Selatan. Gelombang tinggi tersebut diprediksi terjadi hingga 4 Agustus mendatang.

Kepala Pelaksana BPBD Wonogiri, Bambang Haryanto mengatakan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) per 1 Agustus 2018, ada peringatan dini terjadinya gelombang tinggi. Gelombang akan terjadi mulai Rabu (1/8/2018) pukul 07.00 WIB hingga Kamis (4/8/2018) pukul 07.00 WIB.

“Tinggi gelombang diperkirakan antara 4 hingga 6 meter,” kata dia.

Gelombang tinggi terjadi akibat pengaruh pola tekanan tinggi di perairan barat Australia. Hal ini memicu peningkatan kecepatan angin hingga 55 kilometer perjam. Kondisi ini berimbas pada peningkat gelombang laut di sepanjang Samudra Indonesia, selatan NTB, hingga barat Lampung.

Baca Juga :  2 Pemancing Tenggelam di Waduk Gajah Mungkur Wonogiri, 1 Tewas 1 Selamat

BPBD selanjutnya mengimbau aktifitas di sekitar pantai selatan wilayah Wonogiri agar tetap dihentikan sementara. Pasalnya pantai Wonogiri bersinggungan langsung dengan Samudera Indonesia.

Aktitas tersebut, dijelaskan Bambang diantaranya penangkapan ikan laut dan hasil laut lainnya oleh nelayan. Selain itu aktifitas wisatawan yang menikmati keindahan panorama laut selatan.

Informasi yang dihimpun nelayan di sepanjang pantai kecamatan Paranggupito tidak melaut. Mereka tidak mau mengambil resiko terburuk, dan memilih beraktifitas lain di darat.

Baca Juga :  Apresiasi Kepercayaan Nasabah dan Masyarakat, BPR Gajah Mungkur Ngadirojo Wonogiri Bagikan Daging Kurban Hingga Slogohimo dan Baturetno

Tidak hanya nelayan pencari ikan yang tak berani turun ke laut. Nelayan tradisional lainnya seperti pencari lobster, termasuk pencari rumput laut juga melakukan hal sama. Sebab untuk mendapatkan lobster membutuhkan umpan yang harus dicari di pesisir pantai, demikian pula dengan keberadaan rumput laut. Selain itu, perangkap lobster yang disebut krendet, dipastikan bakal rusak saat dipaksakan diterjunkan ke laut ketika ombak besar datang. Aris Arianto