JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Curhat Pengelola Panti Sosial Anak Karanganyar. Dari Kendaraan Layanan Yang Sudah Tua Hingga Hanya Punya 2 Pekerja Sosial

Ilustrasi kunjungan ke Karanganyar

IMG 20180824 WA0119 768x512
Kunjungan Komisi E ke PPSA Karanganyar. Foto/Humas Kab

KARANGANYAR – Panti Pelayanan Sosial Anak (PPSA) mengeluhkan kondisi keterbatasan yang dialami. Hal itu terungkap saat menerima kedatangan komisi E DPRD Propinsi Jawa Tengah ke PPSA dua hari lalu. Pada kesempatan itu, pengelola PPSA curhat ke rombongan anggota dewan Komisi E yang dipimpin Sony Sumarsono. Kendala yang dicurhatkan beragam mulai sarana prasarana, keterbatasan personel, hingga warung sosial.

“Kami sebenarnya butuh tenaga psikologi sebab anak anak yang datang ke panti mempunyai permasalahan yang komplek. Mulai anak jalanan, anak yang lari dari rumah dan lain sebagainya,” papar kepala PPSA, Purwadi saat audiensi dengan DPRD Propinsi Jawa Tengah (24/08/2018).

Baca Juga :  Hasil Sensus 2020, Jumlah Penduduk Indonesia Capai 270,2 Juta. Provinsi Terpadat Ternyata Bukan Jakarta, Tapi Provinsi Ini!

Dia menambahkan PPSA butuh SDM yang cukup. Saat ini PPSA hanya diampu oleh dua orang pekerja sosial saja. Apalagi pintu panti selalu terbuka lebar dan butuh tenaga keamanan.

Di bidang sarana prasarana, Purwadi mengatakan butuh operasional mobil. Kendaraan yang dimiliki PPSA Tawangmangu tahun 97 dan tidak berani untuk keluar kota.

“Mobil itu dipergunakan untuk rekrutmen dan untuk kegiatan lainnya,” imbuhnya.

Lebih jauh, Purwadi mengatakan seperangkat alat musik. Pihaknya hanya punya satu set, jika dipergunakan satu kelompok, kelompok yang lain menunggu. Padahal peminat musik cukup banyak.

Baca Juga :  Polisi Selidiki Warga yang Tertangkap Kamera Diduga Menjarah Pocari Sweat dari Truk Terguling di Tawangmangu

“Selanjutnya optimalisasi warung sosial tempat untuk memamerkan karya anak. Saat ini belum menghadap jalan sehingga tidak optimal pemasarannya” imbuhnya.

Sementara Ketua rombongan Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah, Sony Sumarsono mengatakan jika memang urgen diusulkan ke dinas sosial propinsi dengan tembusan ke dewan. Meski demikian, Sony mengatakan akan lebih baik jika PPSA ini membuat rencana kegiatan dan anggaran.

Di dalam rencana itu apa yang menjadi prioritas PPSA dikomunikasikan ke dinas sosial propinsi dengan tembusan ke komisi E. “Mana yang menjadi prioritas akan kami bantu,” tandasnya. Wardoyo