loading...

Salah satu jemaah Mafia Salawat saat menari tarian sufi dalam aksi peduli korban Gempa Lombok di Alun-alun Sragen, Sabtu (25/8/2018) petang. Foto/Wardoyo

SRAGEN-  Musibah gempa 7,0 skala richter yang meluluhlantakkan Lombok dan menewaskan ratusan korban jiwa, turut menggerakkan empati dari elemen di Sragen. Salah satunya dari perkumpulan Jemaah Mafia Salawat Sragen.

Prihatin dengan penderitaan korban gempa Lombok, puluhan jemaah Mafia Salawat Sragen menggelar aksi peduli dengan menggalang donasi di perempatan Alun-alun Sragen, Sabtu (25/8/2018) petang. Selama hampir tiga jam sejak pukul 14.00 WIB, mereka rela terjun ke jalan menjemput donasi dari masyarakat dan pengendara yang melintas.

Menariknya, aksi itu diiringi dengan pentas tarian sufi yang dibawakan oleh dua orang santri anggota Mafia Salawat. Mengenakan pakaian ala sufi, mereka memberi hiburan dengan menari berputar-putar hingga menyedot perhatian masyarakat dan pelintas.

“Hari ini kami melakukan kegiatan pengumpulan dana untuk korban Lombok. Kami tergerak karena prihatin dengan musibah itu. Bagaimanapun mereka masih saudara setanah air yang membutuhkan bantuan,” papar Ketua Jemaah Mafia Salawat Sragen, Irfan Tohar Rifai di sela-sela aksi.

Ketua Jemaah Mafia Salawat Sragen, Irfan Rifai dan legislator Faturrohman (tengah) berpose bersama jemaah untuk aksi Peduli Gempa Lombok. Foto/Wardoyo

Menurutnya penggalangan donasi itu merupakan rangkaian kegiatan sosial yang selama ini memang menjadi misi pendirian perkumpulan Jemaah Mafia Salawat. Sebelumnya, berbagai aksi sosial sudah digelar seperti membantu droping air bersih ke warga Sragen Utara yang dilanda krisis air.

Aksi penggalangan donasi bertajuk Paru for Lombok itu akan terus digelar secara kontinyu. Dalam waktu dekat akan digelar di Car Free Day, Taman Krido Anggo dan Taruna Sragen.

Loading...

Nantinya dana yang terkumpul akan langsung disalurkan ke korban gempa di Lombok bersama dengan Laziznu.

“Harapan kami lewat kegiatan sosial seperti ini bisa menggerakkan masyatakat untuk memiliki jiwa peduli terhadap sesama yang ditimpa musibah. Mudah-mudahan bisa meringankan beban para korban,” jelas Irfan.

Ketua Fraksi PKB DPRD Sragen sekaligus Pembina Jemaah Mafia Salawat, Faturrohman saat terjun menggalang donasi. Foto/Wardoyo

Aksi Peduli Lombok sore tadi juga dihadiri Ketua Fraksi PKB DPRD Sragen, Faturrohman. Fatur mengatakan dirinya tergerak hadir karena selain didaulat menjadi pembina Jemaah Mafia Salawat Sragen, kegiatan itu juga dinilai positif untuk peduli sesama.

“Kami mendukung dan memang mendorong Jemaah Mafia Salawat yang mayoritas memang generasi muda ini untuk memiliki jiwa sosial dan peduli sesama. Terlebih meski Mafia Salawat ini bukan Banom NU, tapi banyak anggotanya dari warga Nahdliyin yang cinta salawat,” terangnya.

Legislator yang akrab disapa Fatur itu bahkan mendukung kegiatan sosial seperti itu untuk terus berlanjut dan dikelilingkan ke wilayah-wilayah Sragen. Selain menggelorakan semangat cinta salawat, kegiatan sosial dari Perkumpulan Mafia Salawat itu diyakini akan sangat membantu masyarakat Sragen yang membutuhkan bantuan.

Salah satu PNS Sragen dan rombongan warganya yang hendak membesuk pasien ke rumah sakit, tergerak menyumbang donasi untuk korban gempa Lombok yang digelar jemaah Mafia Salawat Sragen. Foto/Wardoyo

Sementara, sajian tarian sufi dan niat para jemaah itu mendapat respon positif dari masyarakat dan pengendara yang melintas.

Tak sedikit yang tergerak untuk berhenti memberikan donasi. Bahkan rombongan warga yang akan membesuk pasien ke rumah sakit pun, ikut tergerak berhenti menyumbang donasi.  Wardoyo

 

 

 

Loading...